


Kontributor : Teks : Reza Adi Surya/Foto2 : Istimewa
Berekreasi sambil Belajar; Kunjungi Museum TMII
Liburan sambil dapat ilmu pengetahuan
Tak sekadar berjalan-jalan, dengan berekreasi ke museum, anak Anda juga akan mendapatkan pengetahuan lebih.Jakarta, Kabarindo - Bagi kebanyakan anak zaman sekarang, berekreasi ke museum bukanlah hal yang asyik dan menarik. Mereka biasanya lebih meminta Anda untuk menghabiskan waktu ke mal atau ke taman hiburan. Namun, sebagai orang tua, Anda dapat menghilangkan persepsi itu. Museum sebenarnya dapat menjadi sarana yang bagus untuk memperluas wawasan anak.
Untuk yang tinggal di Kota Jakarta, ada banyak pilihan museum di Taman Mini Indonesia Indah yang dapat Anda kunjungi bersama putra-putri tercinta. Di antara banyak museum itu kami pilihkan beberapa yang menurut kami dapat membuat anak Anda belajar sembari bermain.
Museum Serangga dan Taman Kupu
Bangunan museum yang menempati areal seluas 500 m2 ini terlihat menarik karena berbentuk tubuh belalang. Diorama-diorama yang dapat dilihat meliputi pesona kumbang Nusantara, peranan serangga tanah dalam ekosistem dan pelestarian ekosistem, peta serangga Indonesia, serangga-serangga perombak, peta kupu-kupu Indonesia, kupu-kupu Bantimurung, dan serangga-serangga di pekarangan, serta kotak-kotak koleksi yang menampilkan kelompok serangga lain.
Selain koleksi serangga mati, ada pula koleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung antara lain kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting, belalang daun, dan kumbang badak. Sementara itu, di dalam Taman Kupu terdapat sekitar 20 jenis tanaman berbunga yang sering dikunjungi kupu-kupu. Selain serangga, anak-anak juga dapat melihat binatang lain seperti tupai sumatera, tupai bali, oppusum layang, kadal lidah biru, kancil, dan tarsius.
Museum Telekomunikasi
Museum ini memiliki ciri khas yakni atap kubahnya yang berwarna biru dengan Monumen Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada yang berdiri tegak sambil mengacungkan keris di halaman depannya. Di Museum Telekomunikasi ini, anak-anak dapat melihat berbagai koleksi dan informasi mengenai perkembangan pertelekomunikasian di Indonesia pada masa sebelum-masa perang-awal kemerdekaan, Orde Baru, dan masa depan telekomunikasi dunia. Mulai dari alat telekomunikasi praelektrik seperti kentongan/gendering, bedug, gong, dan lonceng kemudian alat komunikasi elektrik seperti telegraph morse dan sentral telepon manual lokal baterai, alat komunikasi analog dan digital hingga videophone dan internet.
Museum Listrik dan Energi baru
Museum ini menjadi menarik bagi anak-anak karena menyajikan koleksi peragaan tentang energi dan listrik. Seperti museum sebelumnya, arsitektur bangunan ini juga terbilang unik karena mengacu pada konsep bentuk tapak struktur atom yaitu satu proton dikelilingi tiga elektron, diaplikasikan dalam bentuk Anjungan Listrik yang dikelilingi tiga bangunan lain, yakni Anjungan Energi Baru, Anjungan Energi Fosil, dan Anjungan Energi Konvesional.
Tata pamerannya memungkinkan anak-anak diajak mengenal segala aspek listrik dengan alur yang jelas dan runtut, penyajian yang interaktif karena didukung teknologi komputer (audiovisual). Berbagai alat peragaan yang menarik pun dapat dicoba secara interaktif, misalnya kompor surya, sepeda, dan harpa ajaib.
Museum Transportasi
Museum ini dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak mengenai transportasi dan sejarah perkembangan teknologi transportasi sekaligus sebagai tempat rekreasi yang edukatif. Pameran di dalam ruang dibagi dalam beberapa ruangan yang seolah-olah merupakan bangunan tersendiri yang disebut modul. Modul pusat menggambarkan transportasi tradisional masa lampau dari berbagai daerah di Indonesia seperti cikar, andong, bendi, becak, perahu layar.
Modul darat menggambarkan keberadaan dan layanan transportasi darat antara lain cikar DAMRI yang merupakan armada pertama DAMRI dan berperan pada masa kemerdekaan (tahun 1946) Sementara itu, modul laut menggambarkan keberadaan dan layanan jasa transportasi laut yang telah menggunakan mesin mencakup berbagai kapal penumpang, kontainer, dok terapung, serta peralatan penunjangnya.
Modul udara menggambarkan keberadaan dan layanan jasa transportasi udara serta perkembangannya mencakup pesawat terbang, peralatan transportasi udara, dan peralatan bandar udara. Pameran luar statis menampilkan berbagai jenis lokomotif generasi pertama Perusahaan Kereta Api Indonesia, serta pesawat udara jenis DC-9 PK-GNT milik Garuda Indonesia yang pernah melayani penerbangan ke negara-negara Asean dan Australia.
Di samping itu, terdapat sebuah rangkaian kereta api, terdiri atas lokomotif dan dua gerbong kayu, sebagai sarana hiburan bagi pengunjung.
(Sumber : Media Indonesia)
Isi Komentar Anda














