Tradisi Nanggok; Tradisi Berbagi Warga Kemayoran

Kontributor : Teks: Arul ArisTa (Senior Editor) / Foto2: Ayyu Flash

Kelurahan Kebon Kosong- Kecamatan Kemayoran
Nanggok ? Anda pernah dengar istilah itu ? Paling tidak saat banyak anak-anak yang berseliweran dan antri merebut tangan para orang tua dan dermawan. Mereka pun sudah siap dengan wajah berharap, Anda memberikan duit baru........!

Kebon Kosong, Kemayoran, Kabarindo- Nanggok dong om, tante.............!

Yah, itulah sapaan renyah khas anak-anak Kemayoran dari usia 5 tahun - 12 tahun dengan baju baru mereka mendekati tiap orang dan menyapanya dengan ramah. Anda pun pasti sering mendengar yang bermukim di ibukota Jakarta, baik yang ada di pemukiman Betawi maupun pinggiran.

"Sudah menjadi tradisi dan ini saatnya kami sebagai pemuka masyarakat berbagi dengan anak-anak dari rezki yang dititipkan Allah SWT. Hari Kemenangan artinya anak-anak pun punya kesempatan mendapat duit baru dan merasakan rezki dari orang tuanya," jelas Komaruddin, Ketua RT 01 RW 03 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tidak hanya di Jakarta, karena di Kalimantan pun sampai Aceh dan Makassar punya tradisi yang sama dan mungkin Nanggok itu hanyalah istilah dan pasti punya sebutan yang bermacam-macam di tiap daerah yang berbeda.

Dikutip dari berbagai informasi, Dr. Zainuddin Isman M, doktor antropologi dan sosiologi menyebut tradisi Nanggok diperkirakan sudah ada seiring masuknya Islam ke Kalimantan Barat, demikian pula daerah lainnya.

Ia menyebut tradisi tersebut bagi ummat Islam adalah saatnya berbagi alias bersedekah untuk tetangga dan keluarga terdekat. "Terpenting duit baru dan tidak melulu harus berpatok pada jumlah karena mulai dari satuan seribuan-dua ribuan, lima ribuan sampai sepuluh ribuan terpenting masih berbau wangi. Paling disukai oleh anak-anak apalagi kalau dari masyarakat kelas menengah atas sudah mulai dengan 50-an Ribu baru sampai duit merah alias Rp. 100 Ribuan," jelas Noni seorang pengusaha garmen yang juga ponakan H. Deddy Mizwar yang sedang membuka open house bersama orang tua dan adik-adiknya.

Dari pengamatan redaksi, nanggok beda dengan angpao karena angpao hanya untuk kalangan keluarga dekat saja atau yang dikenal sementara Nanggokan itu lebih luas dan bersifat umum bagi siapa saja.


Ayo Nanggok Lagi.................!




Berita Lainnya
Indonesia Punya NET TV; Sudah Mengudara.........!

Jakarta, Kabarindo- Apabila Anda memutar TV Anda dan me-retuning akan menemukan sebuah stasiun televisi yang baru muncul di layar kaca Anda.

Namanya Net TV, yang


Indonesia Youth Forum 2013; Jadi Pencetak EnterpreneuR

4Fingers Crispy Chicken Resto, FX Mall Senayan, Jakarta, Kabarindo- Saatnya kita berbangga dengan Indonesia Youth Forum disingkat IYF.

Perhelatan akbar tahunan yang mengumpulkan potensi anak muda


Anak Perusahaan Sentul City; Bangun Kondotel Di Lombok

Lombok, Kabarindo-  PT Generasi Sakti Persada segera membangun kondominium dan hotel (kondotel) berlantai 10 di kawasan pariwisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Kemnakertrans; Siap Punya 33 P3TK

Jakarta. Kabarindo- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berencana membangun Pusat Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja (P3TK) di 33 Provinsi sebagai proyek percontohan untuk mempercepat penempatan tenaga kerja dan