BRI Ajak TKI Jadi Investor; Awesome......!


Aktivis BISA Care Hong Kong
Kontributor : Teks: Arul ArisTa (Senior Editor) / Foto2: Ist

Berdayakan Para Pahlawan Devisa

Jakarta, Kabarindo- PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk mendorong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk menginvestasikan dananya setelah selesai kontrak di luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai keseriusan BRI memperhatikan nasib TKI.

Permintaan itu disampaikan pihak BRI di sela acara Halalbihalal Masyarakat Indonesia se-Korea Selatan di Incheon Sirip Dowon Sport Hall, Korea Selatan, beberapa waktu lalu seperti dilansir dari laman mediaonline.

"BRI akan mendampingi para TKI sejak mereka mempersiapkan keberangkatan ke Korea hingga nanti pulang ke Tanah Air setelah kontrak habis," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/8).

Dijanjikan, BRI akan memberikan fasilitas dari hulu hingga ke hilir untuk TKI di Korea Selatan. Hal itu diwujudkan dengan menyiapkan tiga langkah di bidang finansial yang sekaligus menjadikan BRI sebagai penasehat keuangan bagi para TKI.

"Ketiga langkah itu adalah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI, transfer uang secara real time online dari Korea, dan membantu mengelola investasi dana mereka," ungkap Ali.

BRI juga mempersiapkan layanan bagi TKI yang sudah menjalankan usaha maupun yang akan menjadi pengusaha atau investor. Hal ini untuk mendorong agar TKI tidak menjadi konsumtif.

“Di sini BRI mengambil peran sebagai penasehat keuangan bagi para TKI melalui pengelolaan dana investasi mereka. Arahan ini dimulai sejak mereka bekerja di Korea Selatan, disarankan untuk menyisihkan sebagian gaji untuk ditabung di BRI. Setelah kontrak kerja mereka selesai, tabungan mereka akan dikelola menjadi investasi," tutur Ali.

Pihak Kedutaan Besar Indonesia di Seoul kata Ali, meminta BRI memikirkan cara agar para TKI tidak konsumtif, melainkan dapat menabung sebagian gaji mereka untuk investasi. Atas permintaan itu, BRI menyiapkan produk investasi yang selama ini sudah digarap bank pelat merah itu. Salah satu yang ditawarkan yakni investasi ke waralaba. Terlebih, selama ini, BRI telah bersinergi dengan peritel Alfamart dan jaringannya.

“Nantinya, para TKI yang telah habis kontrak dan kembali ke Indonesia, akan ditawarkan bergabung menjadi pemilik frenchise Alfamart dan jaringannya. Kalau dana yang dibutuhkan untuk frenchise agak besar, kita bisa menggabungkan beberapa TKI pemilik dana untuk berinvestasi. Tetapi tentunya kami juga akan tetap memberikan penerangan tentang risiko berinvestasi," pungkasnya.

Sejauh ini BRI telah menyalurkan pembiayaan pemberangkatan kepada 3.900 TKI sejak tahun 2011 sebesar Rp 37 miliar. BRI juga telah melayani pengiriman uang TKI ke dalam negeri melalui jasa BRIfast. Sementara untuk Korea Selatan, BRI telah bekerjasama dengan Industrial Bank of Korea (IBK) untuk pengiriman uang ke keluarga para TKI yang berada di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk tabungan, perseroan menyediakan layanan Simpedes BRI dengan berbagai fasilitas yang akan mempermudah para TKI maupun keluarga dalam melakukan transaksi. Seperti penarikan uang di lebih dari 9 ribu unit kerja Bank BRI, transfer uang, pengecekan saldo dan lain sebagainnya.






Berita Lainnya
NTB Jadi The Rising Star; Bagi Wisatawan Korea

Mataram, Kabarindo- Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Taiyoung.

Ia menyebut jika Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi destinasi "the rising star" bagi orang-orang Korea.


Bubur Pedas Asal Langkat; Menu Khas Berbuka Puasa

Langkat, Sumut, Kabarindo - Bubur pedas menjadi makanan khas menyambut buka puasa di  Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pengelola Rasjid Raya Stabat Haji Ibnu Kasir di Stabat,


Imam Besar Mesir; Kagumi Tarawih Di NTB

Mataram, Kabarindo- Imam besar dari Mesir Syaikh Ezzat Sayyid, mengaku terkesan dan mengagumi kekhusyukan beribadah umat Islam di Nusa Tenggara Barat.

"Saya merasa nyaman dengan keadaan


Warga Asal Indonesia; Jadi Muadzin Masjid Gold Coast Australia

Jakarta, Kabarindo- Masjid Gold Coast, Queensland, Australia, yang berdiri di 144 Allied Drive, Arundel, mempercayai seruan pemanggil jamaah untuk salat lima waktu pada muadzin yang berasal dari