MUI; Berharap Restoran Ajukan Sertifikasi Halal

Kontributor : Teks: Harry Samputro / Foto2: IsT

Pastikan Kehalalan Produk

Jakarta, Kabarindo- Majelis Ulama Indonesia mengimbau restoran atau rumah makan yang belum bersertifikasi halal agar segera mengajukan sertifikasi halal untuk melindungi konsumen muslim yang selama ini menjadi pelanggan.

"Tidak adil apabila restoran tersebut mengambil keuntungan dari konsumen muslim, namun mereka tidak menjamin kehalalan produk yang dijual," ujar Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Ni'am Sholeh di Jakarta, Rabu siang tadi seperti dilansir dari laman antaranews.

Ni`am mengatakan, pada dasarnya MUI tidak dapat melakukan pemaksaan terhadap restoran agar memiliki sertifikat halal, karena tidak ada payung hukum yang mewajibkannya, namun hal tersebut dipandang sebagai tanggungjawab produsen kepada konsumen muslimnya.

Menurut Ni'am, beredar informasi melalui pesan blackberry dan media sosial yang mengatakan bahwa beberapa restoran terkenal di Indonesia belum memiliki sertifikat halal

Ni'am membenarkan bahwa restoran-restoran tersebut belum ada yang mengajukan sertifikasi halal ke MUI.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim menyatakan bahwa MUI belum pernah mengeluarkan sertifikat haram terhadap produk tertentu, sehingga apabila kabar yang bederedar menyatakan bahwa restoran tersebut dinyatakan haram oleh MUI, maka hal tersebut tidak benar.

"Restoran seperti Solaria, Bread Talk, Roti Boy, Baskin Robbins, Coffee Bean dan J.Co memang belum mengajukan sertifikasi halal. Namun kami juga belum pernah mengeluarkan sertifikat haram bagi produk manapun," ujar Lukman.

Untuk itu, Lukman mengimbau agar restoran tersebut mengajukan sertifikasi halal ke MUI, sehingga masyarakat muslim dapat semakin yakin bahwa makanan yang mereka beli berasal dari bahan dan proses yang suci.








 











Berita Lainnya
Indonesia 2015; Siap Punya Radar Untuk Kawasan Maritim

Jakarta, Kabarindo- Pelaku industri radar kemaritiman berpendapat Indonesia masih memerlukan banyak radar untuk mendukung kegiatan di kawasan maritim.

"Kita butuh macam-macam radar untuk awasi kemaritiman, untuk


Kartu Indonesia Pintar 2015; Siap Bidik 19 Juta Siswa

Jambi, Kabarindo- Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2015 membidik 19 juta siswa usia sekolah di seluruh Indonesia.

Hal itu dipapar lugas oleh Menteri Sosial Khofifah Indar


Bandara Supadio Sambut Libur Natal; Buka Posko Natal Sistem Online

Sungai Raya, Kalbar, Kabarindo- General Manager PT Angkasa Pura II cabang Bandara Supadio Pontianak, Candra Dista.

Ia mengatakan saat ini tengah mempersiapkan posko Natal dan Tahun


Industri Nasional 2015; Butuh Banyak Tenaga Kerja

Jakarta, Kabarindo- Pembangunan industri nasional memerlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, khususnya tenaga kerja sektor industri.

Hal ini diamanatkan dalam Undang-Undang (UU)