WORKSHOP ONE DAY DEMI FILM INDONESIA; Sukses Di Gelar


Maju Bersama Film Nasional Berbasis Industri



Pak Maman Kapusbang Film bersama para Panelis & Peserta
Kontributor : Teks & Foto2; BenKopiKabarindo (Junior Editor)

Gandeng PUSBANG KEMENDIKBUD RI

Menonton Film di Bioskop adalah Kecerdasan Peradaban!

Jakarta, Mercure Hotel Cikini, KABARINDO- DEMI FILM INDONESIA (DFI) yang terdiri dari stakeholder perfilman nasional bersama lembaga berkenan dengan insdustri perfilman, asosiasi , para jurnalis media, publisis, produser dan tokoh perfilman berkolaborasi Pusbang Film Kemendikbud RI serta KABARINDO berempati mencari solusi dengan pemahaman komprehensif berkenaan Promosi dan Kritik Film sehinga menghasilkan film Indonesia Box office setiap tahunnya dari sekitar 300-an judul bisa target 20-30% bisa menembus angka 1 juta penonton.

Bertempat di Hotel Mercure Cikini , Jakarta Pusat , Senin (22/08/16) bincang hangat seharian para pemerhati film nasional ini mengahadirkan para narasumber diantaranya Dr.Maman Wijaya, Mpd selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemdikbud RI, Wina Armada dari PWI Pusat&Dewan Pers-Kritik Film, mewakili Sinemata Arismuda yakni Al Muhtadi ,Yan Widjaya (Pengamat Perfilman& Senior Journalis), Tommy F Awuy (Budayawan), Ade Armando (Akademisi) penulis novel best seller Asma Nadia, Anggy Umbara yang sukses dengan Comic 8 (2014) dan mendatang Warkop Reborn : Jangkrik Boss (2016), Noorca Massardi (Novelis&Publisis) serta penggagas KOPIKabarindo serta admin WAG DFI, Arul Arista.

Perlu diketahui Pusbang Film adalah warga Demi Film Indonesia (DFI) yang setahun terakhir ikut mengawal film-film Indonesia berkualitas berbagai genre dengan berbagai fenomena dan hal-hal unpredictable.

Mulai dari soal promosi yang memang masih luput dari strategi para produser sampai tidak efektifnya publisis mempromosikan filmnya.

Sementara aktivitas komunitas Nonton Film semakin beragam sampai semburat realitas Cinema Bloggers KOPI - Koalisi Online Pesona Indonesia ikut mempromosikan trailer , poster , dan sinopsis menjemput penonton sebanyak-banyaknya.

Tidak berhenti disitu Demi Film Indonesia berbasis media sosial ikut mengajak para filmmaker serta produser saling BERSINERGI.

"Saya sangat senang dengan adanya workshop ini . Bisa dihadiri oleh banyak penggiat film , kalau diibaratkan acara ini masterclass , mulai dari akademisi , pengamat perfilman, produser , semuanya hadir . Dan saya berharap acara seperti ini bisa terus diadakan , tiga bulan sekali " ungkap Maman disela kata sambutannya .

Film Indonesia dapat berjaya apabila yang menjadi penonton utamanya adalah stokeholdernya sendiri sehingga terbukti setahun terakhir ramai sambutan film yang terbit baru setiap hari Kamis #KamisKebioskop sebagai bentuk dukungan.

Sinergi DFI beri dampak positif dan keterlibatan LSF , Bekraf , berbagai asosiasi bersama Pusbang Film larut dalam diskusi yang komprehensif sampai perlunya ada Workshop One Day bertajuk Promosi & Kritik Film berbasis INDUSTRI.

Paling tidak ada upaya untuk saling berbagi ilmu praktis dan srategis dengan membangun tiga hal :
1. Sinergi antar institusi dan stokeholder seperti filmmaker , media , dan PH. 2. Komunikasi Komprehensif akan promosi yang efektif dan menyeluruh sehingga semua film Indonesia dapat mengundang angka 1 juta penonton .
3. Tulisan good news dengan kritikan agar ikut membangun atmosfer yang sehat bagi industri perfilman nasional.

Dalam sesi dialog hari inipun, ada Riza dari Kaninga Pictures yang menceritakan mengenai proses promosi BANGKIT (2016), hingga Reymund Levi ketika dirinya harus terjun kesebuah film berjudul SuperDidi (2016) .
 
"Komunitas dan sosial media dua hal yang sangat penting sebagai media promosi film nasional" terang Asma Nadia ketika mengisi sesi Promo Cerdas bersama Komunitas .

Akhirnya, Kemendikbud Film melalui Pusbang Film sesuai amanah UU Perfilman hadir menggandeng DFI untuk menguatkan strategi promosi kedepannya bagi PH agar bisa menembus 1 juta penonton menjadi sebuah TREN!

Dukungan Kritik Film tidak sekadar sinopsis film untuk membangun kualitas film nasional secara filmis, sesuai kaidah sinematografis sehingga Film Nasional menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan tamu kehormatan dinegeri tetangga bahkan dunia.

Ikutlah bersama-sama mensosialisasikan Kampanye Nonton Film Indonesia di bioskop itu cerdas bersama keluarga dan kerabat sebagai sebuah gaya hidup.




Berita Lainnya
Lapangan Gas JTB; Serap 6.000 Pekerja

Jakarta, Kabarindo- Proyek pengembangan lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) akan memiliki efek berganda bagi masyarakat setempat dengan menyerap sekitar 6.000 pekerja lokal pada masa puncak proyek.


Keppel Land; Siap Bangun Apartemen Mewah

Jakarta, Kabarindo- Keppel Land Limited (Keppel Land) melalui anak perusahaannya, PT Sukses Manis Tangguh, telah menandatangani kesepakatan jual beli lahan dengan Bank Central Asia untuk mengakuisisi lahan


Perusahaan Asal Jiangsu; Gerakkan 24 Proyek

Nanjing, China, Kabarindo- Perusahaan-perusahaan asal Provinsi Jiangsu, China, menjalankan 24 usaha di Indonesia dengan nilai investasi sebagian proyek yang sedang berjalan sejumlah 32 miliar dolar AS.


PusbangPerfilman Fasilitasi Komunitas Film Kupang; Film Nokas Raih Apresiasi Di Ajang BIFF 2017

Lippo Kota Mall, Kuta, Denpasar Bali, Kabarindo- Tidak hanya warga Kota Makassar yang berbangga dengan film kearifan lokalnya berjudul Uang Panai yang berseloroh tentang bagaimana tidak mudahnya