Coping Mechanism
Dalam kehidupan kita ini yang penuh dinamika, baik sadar maupun tidak, ketika kita mengalami masalah, dan dimana masalah tersebut belum ada jalan keluarnya, akhirnya sangat manusiawi untuk melakukan segala jenis kegiatan, aktifitas, tindakan, hal hal yang membuat kita dapat keep our head above the water a.k.a survive.
Jika kita pengangguran ya mungkin kita akan bergaul dengan dengan yang senasib dan seperjuangan sebagai coping mechanism bila kita tidak ada courage untuk bergaul dengan mereka yang produktif apapun alasan nya, mulai dari ngomong nya nanti tidak nyambung atau minder atau malu.
Jika kita patah hati maka coping mechanism bisa dengan cara tidur seharian atau curhat kepada siapa saja yang mau dengar sampai kuping pendengar ibarat mau berdarah. Jika kita sedang ditinggal orang yang kita cintai karena orang tersebut dipanggil Tuhan maka coping mechanism yang dipilih bisa dengan berkumpul dengan anggota keluarga lain dan mengenang kenangan manis ketika yang bersangkutan masih bersama kita.
Tapi , kalau hidup kita sedang tidak kena masalah masalah berarti yang saya sebutkan di atas, alias tidak sedang mengalami " badai " jangan pikir maka orang tidak punya coping mechanism ( mekanisme yang digunakan untuk bertahan dan membiasakan diri ) .
Contoh, rasa kesepian. Itu adalah rasa yang sebagian besar manusia kalau tidak semuanya, from one time to another akan mengalaminya.
Coping mechanism setiap manusia berbeda beda tapinya. Ada yang setelah itu untuk menghilangkan rasa kesepian pergi ke clubbing dan tanpa sadar mabuk disana. Mabuk harusnya tidak enak, tapi lebih mendingan daripada merasa kesepian .
Ada yang menggunakan cara kerja sampai tidak ingat waktu atau menjadi workaholic. Karena begitu duduk diam, rasa kesepian kembali dirasakan.
Hal hal sederhana yang sehat dilakukan misalnya dengan olahraga, beribadah , nonton film , membaca buku atau majalah juga dikombinasikan dengan belajar hal hal baru seperti les ini dan itu juga bisa di gunakan sebagai coping mechanism tapi tentu tidak seasik kalau coping mechanism yang dipilih adalah dengan bergosip, nonton TV gossip atau bahkan melakukan hal hal yang akan menjadi bahan gosipan seperti : belanja sampai dikerjar kejar hutang, pacaran dengan pacar orang lain atau lebih asik lagi gosipnya kalau dengan suami atau istri orang.
Contoh lain adalah rasa iri. Iri akan kesuksesan atau kekayaan orang lain. Coping mechanism yang dianjurkan para trainer untuk melihat orang yang lebih sukses daripada kita sebagai pemacu semangat bisa dengan bijaksana kita katakan kepada diri kita sendiri untuk segera di terapkan , tapi lebih mudah kalau kita coba usaha yang jalan pintas baik halal maupun tidak yang penting cepat kaya. Rasa iri kepada keburuntungan orang lain. Sebaiknya tentu dengan segera menyadarkan diri bahwa setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda beda dan melatih rasa beryukur tapi hal itu tidak seasik kalau kita lalu menjelek jelek kan orang lain to make ourselves feel better.
Lihat sekeliling kita. Baik ada masalah yang terlihat atau tidak. Setiap orang , its just a human being a human .
Sebagai manusia tentu lumrah ada emosi atau perasaan seperti itu, mulai dari kesepian, khawatir, iri , tidak sabar, dan rasa ingin lebih dari yang kita ada sekarang. We all just human being a human. Kita semua manusia dan sama sama manusia akan mengalami segala macam contoh perasaan atau emosi yang saya sebutkan diatas.
Hanya pertanyaan nya , what kind of human that you want to be ? Ketika ada " tamu " perasaan negatif datang yang so very human , apakah yang akan kita pilih sebagai coping mechanism ? Tindakan apakah yang akan kita pilih untuk melalui semuanya ?
Di kota Jakarta ini tidak susah untuk anda memberi contoh kasus atau cerita baik cerita pribadi atau kenalan anda yang sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah tapi tetap saja memilih yang salah. Again its very human .
It is a challenge for all of us to always stay positive, untuk senantiasa memelihara semangat dan memilih untuk ikut bahagia kalau orang lain senang daripada terus menanam rasa iri setiap kali ada orang yang lebih beruntung daripada kita.
Bergosip dan menyalahkan orang lain juga saya ibaratkan seperti perut kosong dan lapar dan diisi dengan makan permen . Rasa permen enak di mulut tapi tidak akan membuat kita kenyang .
So, it is a challenge for me to be what i want to be : simply a good human. What do you want be, what is you challenges and what is your chosen coping mechanism and are you happy with your choice ?
Jumat, 24 Mei 2013-07:25:33
Menakertrans Pastikan; Indonesia Bebas Pekerja Anak Pada 2020
Jumat, 24 Mei 2013-07:12:49
Jumat, 24 Mei 2013-07:06:20
Jumat, 24 Mei 2013-06:56:54
Kamis, 23 Mei 2013-16:03:49





