BNPP Gelar Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan; Wujudkan Daerah Perbatasan

  BNPP Gelar Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan; Wujudkan Daerah Perbatasan

TMII, Jakarta, Kabarindo- Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan yang bercirikan nusantara.

Itu menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote, terdiri dari 17.667 pulau dengan jumlah penduduk hingga 257 juta jiwa yang tersebar di 34 provinsi, 512 Kabupaten/kota, 7 ribu Kecamatan dan 77 ribu Kelurahan dan desa yang menganut 6 Agama, berbagai kepercayaan dan budaya serta adat istiadat.

Dimana sebagian dari penduduk Indonesia tersebar di 41 Kabupaten/kota, 13 provinsi perbatasan negara yang berdomisili di 187 kecamatan perbatasan langsung dengan negara tetangga dan di sebagian pulau pulau kecil terluar.

Keanekaragaman sosial budaya merupakan kekayaan bangsa yang sangat berharga bagi kehidupan berbangsa dan pembangunan nasional khususnya, termasuk pembangunan sosial dan budaya di perbatasan negara.
Indonesia memiliki wilayah perbatasan darat dan laut yang berhadapan langsung dengan negara tetangga dan  sebagai beranda depan nusantara, sehingga diharapkan wilayah perbatasan, dapat membawa nama baik bagi bangsa dan negara melalui beragam adat budaya serta kemampuan masyarakat setempat. Dan hal tersebut sebagai satu langkah pagar hidup bagi kedaulatan bangsa Indonesia.

Oleh karena itulah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia, membuat program optimalisasi potensi sosial budaya kawasan perbatasan dengan menyelenggarakan Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan tahun 2015 ini.
Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan 2015 ini sekaligus sebagai wadah komunitas Indonesia yang menampilkan sisi terbaik kebudayaan daerah perbatasan yang diharapkan dapat menjadi sebuah usaha wadah strategis bagi upaya pengenalan dan pengakuan sosial budaya masyarakat perbatasan terhadap masing-masing wilayah.

Pada sambutannya, Asisten Deputy Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat, Drs. Marhaban Ibrahim, M.Sc, dan sebagai salah satu penggagas Festival Budaya, mengatakan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan memerlukan kebijakan yang sesuai dengan budaya Nusantara Kawasan perbatasan, agar kedaulatan Bangsa Indonesia tetap terjaga, ucapnya pada di acara pembukaan Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Dengan adanya Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan ini, saya berpendapat bahwa budaya adalah merupakan Pagar Hidup Kedaulatan bangsa, dimana masyarakat perbatasan yang menjadi perekat pemersatu  dalam kerangka NKRI untuk saling mendukung kedaulatan dan penguatan ketahanan perbatasan setiap negara," jelas Marhaban Ibrahim.


Marhaban Ibrahim juga menyampaikan bahwa pada tatanan kebijakan serta pengelolaan kebijakan negara memiliki sejumlah arti dan fungsi yang sangat strategis. Sehingga dari sudut pandang kebijakan negara, kawasan perbatasan merupakan halaman (Beranda) depan yang wajib dan patut di jaga, tuturnya lanjut.
Dalam pagelaran tersebut hadir beberapa artis dan seniman yang turut mendukung acara tersebut, seperti Sujiwo Tedjo, Edo Kondologit dan para pejabat BNPP.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dipandu oleh MC kondang yakni Edwin dan Djody dan dalam kegiatan festival ini juga diselenggarakan talk show dari berbagai nara sumber yang membahas suka duka dan pengalaman hidup masyarakat perbatasan.
Pada kesempatan lain, masih dalam acara Festival Budaya,  Sekretaris Utama BNPP, dan juga sebagai Pejabat Gubernur Kalimantan Utara, Drs.Triyono Budi Sasongko, MSi menjelaskan bahwa kegiatan festival ini merupakan wadah komunitas indonesia yang menampilkan sisi terbaik Indonesia, Dan sekaligus merupakan ajang budaya Ekonomi Kreatif dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada Desember 2015 tahun ini.


Terkait persoalan kebijakan antara Indonesia dengan beberapa negara tetangga, terutama Malaysia, yang dalam hal ini masih terkendala beberapa persoalan penting garis batas kedua negara, Gubernur Triyono Budi menerangkan bahwa masih ada masalah terutama di Kalimantan Utara yang 36% wilayahnya berbatasan dengan Malaysia, ada segmen segmen tertentu yang disebut dengan Outstanding Bourder Problem (OBP) yang masih kita rundingkan dengan Malaysia, ujar Triyono Budi.

Melatar belakangi upaya lain yang dilakukan oleh BNPP dalam mengelola perbatasan dengan melakukan berbagai kegiatan penting di masing-masing wilayah, hal tersebut dilakukan tentunya untuk memaksimalkan peran masyarakat Perbatasan sebagai Beranda terdepan NKRI, dengan melalui Festival Budaya Nusantara.

Perwujudan ini adalah harapan bagi penegakan kedaulatan bangsa Indonesia agar masyarakat Indonesia baik di perbatasan maupun wilayah lainnya, dalam kondisi aman dan makmur.

Oleh karena itulah pemerintah melalui Pejabat Gubernur Kalimantan Utara, ikut terus melakukan pembangunan Infrastruktur dan pembangunan lainnya dengan memberikan dana pembangunan hingga 1,4 Trilyun.

Menurut Tiyono Budi, pihaknya dalam pembangunan tahun depan (2016) membutuhkan dana hingga 2,2 trilyun guna pengembangan Wilayah Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara tersebut.

"Kami terus melakukan pembangunan Infrastruktur  kawasan perbatasan dan kawasan pedalaman untuk membuka isolasi dan keterasingan, dengan anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai 1,4 Trilyun yang digunakan untuk pembangunan teknis- teknis infrasruktur di kecamatan kecamatan terluar Indonesia di Kawasan Perbatasan." jelas Triyono Budi.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya juga memfasilitasi program program dan kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh kementerian kementerian di seluruh kecamatan kawasan perbatasan sebagai upaya membangun kesejahteraan dan kemakmuran kawasan perbatasan negara.

Sukses Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan,  Ayo Galang Budaya sebagai Beranda Depan Negara.


Ciptakan Negara yang berdaulat...! Vivo.....