International Conference of National Trusts (ICNT) Ke-17; Siap Digelar Di Gianyar Bali

  International Conference of National Trusts (ICNT) Ke-17; Siap Digelar Di Gianyar Bali

Museum Nasioan, Jakarta, Kabarindo- Konferensi Organisasi Pelestarian dari berbagai negara dunia yang bergabung dalam The International National Trusts Organisation (INTO) ke-17 akan diselenggarakan dari tanggal 11-15 September 2017 di Gianyar, Bali.

"Dari 65 negara anggota INTO, Indonesia menjadi negara yang dipilih untuk menjadi tuan rumah International Conference of National Trusts (ICNT) 2017. Peran komunitas dalam gerakan pelestarian sangat penting, dimana organisasi pelestarian seperti Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dan para mitra di berbagai daerah juga memiliki jejaring yang kuat di tingkat regional maupun internasional," kata Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pembina BPPI dalam acara Peluncuran ICNT 2017 di Museum Nasional, Jakarta (14/09/2016).

Bentuk dukungan saling memperkuat peran dan berbagi pengalaman dilakukan melalui ajang konferensi ICNT seperti yang akan dilaksanakan di Indonesia tahun 2017.

"Yang paling membanggakan adalah sebagai penyelenggara ICNT 2017, terbuka kesempatan bagi tradisi dan kearifan lokal sebagai bagian dari pusaka budaya Indonesia untuk dapat menjadi bagian dari solusi dunia untuk kelestarian lingkungan yang berkelanjutan," tegas Hashim lanjut.
Dalam menyelenggarakan ICNT 2017 BPPI bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar Bali.

"Sebagai anggota dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), kami siap berkontribusi mendukung penyelenggaraan ICNT 2017 sebagai bentuk kemitraan dan kerjasama yang baik antara pemerintah kota pusaka Gianyar dengan BPPI", ungkap Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata.
"Selain itu, membangun kemitraan dan kerjasama seperti ini membuka peluang bagi potensi pengembangan aset pusaka di berbagai daerah di Indonesia untuk dikembangkan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat," jelas Agung Bharata, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Presidium JKPI.

Pimpinan INTO yaitu Emily Drani yang menjabat sebagai Vice President INTO melalui pesan yang direkam langsung dari Eropa dan ditayangkan dalam video, menyampaikan "Dukungan yang kuat dari dunia pelestarian internasional diberikan kepada Indonesia untuk memperkenalkan bagaimana pendekatan budaya dikembangkan untuk menjawab berbagai isu-isu lingkungan yang menjadi permasalahan bersama saat ini."
Our Cultural Heritage, the Key to Environmental Sustainability, atau Pusaka Budaya adalah Kunci Kelestarian Lingkungan Berkelanjutan menjadi tema ICNT 2017, "Dunia pelestarian internasional dari dunia pelestarian internasional diberikan kepada Indonesia untuk memperkenalkan bagaimana pendekatan budaya dikembangkan untuk menjawab berbagai isu-isu lingkungan yang menjadi permasalahan bersama saat ini."
Our Cultural Heritage, the Key to Environmental Sustainability, atau Pusaka Budaya adalah Kunci Kelestarian Lingkungan Berkelanjutan menjadi tema ICNT 2017, "Dunia pelestarian internasional memberi dukungan kuat untuk menyikapi berbagai tekanan dalam isu lingkungan khususnya perubahan iklim global melalui pendekatan budaya", ungkap Emily Drani, Vice President INTO dalam pesan yang disampaikan melalui rekaman video pada kesempatan yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Untuk memperoleh gambaran memahami tema tersebut, ditayangkan contoh-contoh nyata kekuatan tradisi nusantara yang menjadi pijakan dalam kelestarian lingkungan, antara lain gerakan masyarakat dalam membangun arsitektur nusantara dengan mengembangkan tradisi dan kearifan lokal di desa-desa tradisional, sebagaimana digerakkan oleh Yori Antar, tokoh pelestarian budaya di Indonesia, "Budaya Indonesia sangat kaya dan mempunyai potensi yang sangat besar sebagai pijakan dalam upaya pembangunan yang berwawasan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Yori.
"Tekad kami, ICNT 2017 dapat terselenggara dengan baik dengan melibatkan seluruh kalangan masyarakat Indonesia sejak awal, sehingga momen penyelengaraan ICNT 2017 tidak saja pada hari H pelaksanaannya, namun sepanjang satu tahun sebelumnya," kata Catrini Kubontubuh, Ketua Dewan Pimpinan BPPI sekaligus Ketua Panitia ICNT 2017.
Lebih lanjut, Catrini mengutarakan, "Untuk itu kami mengundang berbagai sumbang pemikiran dan inspirasi serta keterlibatan lebih luas dari berbagai daerah di Indonesia mulai bulan September 2016 sampai dengan bulan September 2017".

"Diharapkan ICNT 2017 dapat menggali berbagai kekayaan tradisi dan kearifan budaya lokal untuk mendukung keberlanjutan dunia, khususnya kelestarian lingkungan, dalam berbagai tekanan termasuk perubahan iklim," tegas Hashim Djojohadikusumo mengakhiri sambutannya.
Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Belgia, H.EA Patrick Hermann, yang telah bertindak sebagai tuan rumah acara sosialisasi ICNT 2017 kepada para duta besar negara sahabat khususnya Eropa, yang diselenggarakan satu hari sebelumnya, pada Selasa, (13/09/2016) di Jakarta. Dan hadir pula perwakilan dari pemerintah Indonesia, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, DR. Hilmar Farid. Selain itu tampak juga hadir para pemerhati pelestarian budaya dan lingkungan baik dari institusi pemerintah, swasta dan komunitas.