Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual; Jadi Langkah Kongkrit Majukan Industri Film Nasional

  Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual; Jadi Langkah Kongkrit Majukan Industri Film Nasional

Jakarta, Kabarindo- Dunia Film sebagai bentuk karya hiburan yang mempunyai nilai dan potensi yang sangat berharga pada dunia industri kreatif. Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melakukan kerja sama mengadakan forum diskusi tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk memperbaiki kondisi perFilman di Indonesia.

Pada forum diskusi yang diadakan di Hotel JS.Luwansa Jakarta, APROFI berupaya mendorong kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual dan sosialisasi kebijakan Pemerintah dalam menciptakan sinergi yang kondusif untuk menangani permasalahan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia.

Kegiatan dan acara ini yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs.H.Muhammad Jusuf Kalla, membuka keyakinan kepada Industri Kreatif Indonesia khususnya Film untuk lebih memperkuat ekosistem Industri perFilman Indonesia sehingga potensi yang ada dapat dikembangkan secara maksimal dan tentunya juga harus didasari oleh Perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual tersebut, kata M.Jusuf Kalla.

Film adalah produk industri budaya dan hiburan yang sangat padat modal. Pelanggaran terhadap Hak Kekayaan Intelektual atas produk film seperti membiarkan tubuh mengalami pendarahan yang mematikan, ungkap Triawan Munaf selaku Kepala BEKRAF. Misi Badan Ekonomi Kreatif sendiri, menyatukan seluruh aset dan potensi Kreatif Indonesia untuk mencapai ekonomi kreatif yang mandiri serta mendorong inovasi di bidang kreatifyang memiliki nilai tambah dan daya saing Internasional. Disamping itu juga perlindungan hukum terhadap hak cipta dan penanganan masalah HKI adalah agenda prioritas yang akan dilaksakan oleh BEKRAF, terang Triawan Munaf.

Ketua APROFI,  Sheila Timothy pada kesempatannya mengatakan bahwa Film memiliki softpower yang mampu memperkuat nama Indonesia baik di dalam maupun diluar negeri, karena film juga memiliki kekuatan budaya dan ekonomi yang tidak dapat dipisahkan, sehingga perlunya juga dukungan dari pemerintah dalam mendorong tumbuh kembangnya dunia perFilman.