Yayasan Masyarakat Layang-Layang Indonesia; Gelar KITE Festival Di Akhir Tahun 2015

  Yayasan Masyarakat Layang-Layang Indonesia; Gelar KITE Festival Di Akhir Tahun 2015

Ancol, Jakarta, Kabarindo- Dalam rangka meningkatkan dan terus menggerakkan salah satu tradisi olah raga permainan layang-layang di kalangan masyarakat luas, mulai hari sabtu kemarin dan hari ini Yayasan Masyarakat Layang-Layang Indonesia (YMLI) menggelar Jakarta International KITE Festival di kawasan Ancol Beach City, Ancol Mall, Jakarta Utara.

Kegiatan ini juga sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam menggalakkan tradisi bermain layang-layang di setiap daerahnya masing-masing.

"Acara ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen kami terhadap tradisi olah raga layang-layang yang ada Indonesia dan masyarakat luas. Dan kami terus menggiatkan kegiatan tradisi bermain layang-layang ini sampai ke setiap pelosok daerah dan hingga mancanegara. Kegiatan masyarakat ini kami lakukan pada setiap tahunnya dan tahun 2015 ini adalah kegiatan kami yang ke 21, ujar Sari Madjid Prianggoro, Ketua YMLI saat memberikan penjelasan di lokasi Ancol Beach City, Jakarta.

Dalam wawancara dengan salah satu rekan media online, kabarindo.com ibu Sari Madjid juga menjelaskan bahwa tradisi masyarakat yang kami gelar selama dua hari ini, akan mempertemukan kurang lebih 100 pelayang dari berbagai asal usul negara dan masyarakat baik lokal maupun Internasional, seperti diantaranya dari negara Australia, Jepang, Singapore, Malaysia, Swedia, dan Indonesia. 
Selain sebagai kegiatan agenda tahunan, kami menampilkan beragam acara menarik di penghujung akhir tahun 2015 ini, antara lain eksebisi layang-layang nasional dan internasional yang memiliki panjang lebih dari 5 meter, serta layangan yang berukuran besar dengan berbagai gambar dan corak warna, dan ada pula layangan kreasi 3 dimensi yang berbentuk kuda, macan, gajah, dan lainnya.

Dan tidak ketinggalan pula layangan sport KITE yakni layangan yang sangat ringan dengan 3 tali kendali dan 4 tali kendali.
”Dalam acara eksebisi layangan ini, panitia juga menyediakan dan memberikan kesempatan kepada para pengunjung yang berada di sekitar kawasan Ancol Beach City untuk ikut serta dalam workshop terkait bagaimana cara pembuatan layang-layang yang menarik dan bagus, dan giat ini diikuti oleh pelayang professional dan para pengunjung,” ujar Sari Madjid.



Pada sesi terakhir, Sari Madjid menuturkan tentang kurangnya perhatian pemerintah terhadap tradisi olahraga layang-layang ini, padahal tradisi ini selain menggerakkan ekonomi kreatif juga turut meningkatkan kemampuan setiap daerah dalam mendukung peluang pariwisata, seperti halnya memberdayakan masyarakat daerah lewat kerajinan membuat layang-layang yang menampilkan ikon-ikon daerahnya masing-masing, sehingga diharapkan dapat mengelola dan meningkatkan kepariwisataan daerahnya dengan destinasi yang dikemas dengan baik bersama tradisi bermain layang-layang ini, ungkapnya. Dalam penuturannya Ketua YMLI mengatakan, seperti event-event sebelumnya  kami mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, namun kali ini kami tidak mendapatkannya untuk acara dan kegiatan di akhir tahun ini dengan berbagai alasan dan permasalahannya, namun demikian kami tidak putus semangat, dan bersama teman-teman tetap berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan kegiatan ini di akhir tahun ini dengan dukungan dana kolektif dari berbagai pihak.

Disamping itu kami tidak ingin tradisi layang-layang ini begitu saja berlalu, tuturnya.

Event Jakarta International KITE Festival ini diadakan berkat kerjasama dengan  Persatuan Layang-layang Legong, Dinamika, dan para pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini, tambah Ketua YMLI.

Tradisi berlayang layang di Indonesia ini telah banyak mengundang perhatian pelayang dunia untuk mengenal lebih dekat dan berbaur berlayang bersama pelayang Indonesia. Tak hanya para pelayang profesional saja yang unjuk kebolehan dalam festival tersebut tetapi juga terlihat antusias para pengunjung yang ingin memiliki layang-layang dan ingin ikut berlayang.

Dalam berlangsungnya acara tersebut Panitia menyampaikan kepada masyarakat dan pengunjung Ancol Beach City, bahwa Festival layang-layang ini acaranya belum berakhir dan bukan hanya dilakukan sampai sore hari saja, melainkan sampai malam hari yaitu dengan atraksi layang-layang terbang malam yang menampilkan layangan berhiaskan aneka lampu warna warni yang berkelap kelip indah di angkasa.


Maju dan Terbang terus layang-layang Indonesia.