PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya; Ungkap Dan Temukan Kerugian Negara Rp.167 Milyar

 PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya; Ungkap Dan Temukan Kerugian Negara Rp.167 Milyar

Cipinang, Jakarta, Kabarindo- Dalam upaya menerapkan sanksi terhadap para pelanggar maupun pelaku yang melakukan pencurian dan penyalahgunaan pemakaian tenaga/aliran listrik, hari ini PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya menindaklanjuti proses hukum yang melibatkan empat orang terkait modus pencurian aliran listrik di salah satu perusahaan swasta.

"Kami mensinyalir adanya kecurangan dalam penggunaan energi listrik pada periode November 2014 lalu," ujar Aries Dwiyanto, Manager Komunikasi Hukum PLN Distrik Jakarta Raya (Disjaya) saat menggelar penjemputan empat tahanan kasus pelanggaran P2TL di LP Cipinang, Jakarta Timur, kemarin, 11/02/2016.

Pelanggaran dalam penggunaan tenaga listrik kini makin marak terjadi di tengah masyarakat, namun banyak ketidaktahuan masyarakat mengenai akibat yang dapat ditimbulkan dari pelanggaran tersebut.
Aris Dwiyanto mengatakan, pencurian atau pemakaian listrik secara ilegal sangat berbahaya, disamping telah melanggar dan  memakai tenaga listrik tanpa hak, tindakan itu juga akan mengakibatkan jaringan listrik overload, sehingga berdampak pada pemadaman listrik secara menyeluruh yang juga merugikan pelanggan lain.

Masih dalam kesempatan yang sama, Aris Dwiyanto mengungkapkan bahwa pencurian tenaga listrik yang dilakukan oleh empat pelaku di PT. Wirajaya Packindo,  pabrik kertas yang beralamat di jalan Raya Sangego Bayur No. 8 Pintu Air Sepuluh, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten ini, telah melanggar pasal 51 ayat (3) Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan yakni setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum dipidana dengan hukuman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling banyak 2,5 Milyar.
"Keempat pelaku yang telah ditetapkan tersangka dan telah di penjara selama 2 (dua) tahun di LP Cipinang ini yaitu inisial TF, AET, W, dan S, dimana keempat tersangka tersebut semuanya sebagai Pelaksana Pelayanan Teknik (Yantek) PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya," ungkap jelas Aris.

Pengungkapan pelanggaran P2TL ini berkat kerjasama dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM R.I., ujar Aris. Melalui laporan tertulis yang disampaikan ke PPNS, lanjutnya.

Kepala PPNS Ditjen Ketenagalistrikan, Jusman Hutajulu dalam kesempatannya menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka  dilakukan dengan menawarkan jasa untuk memanipulasi meteran listrik pada perusahaan tersebut yakni  pelanggan I-3 PT. PLN (Persero) dengan daya 18 MVA, sehingga tagihan listrik yang dibayar jauh lebih rendah dibanding daya yang terpakai, jelasnya.

"Oleh karena tindakan mereka ini, negara dirugikan Rp.167 Milyar, dan mengenai tindak lanjut proses hukumnya, hari ini keempat tahanan LP Cipinang ini akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tangerang," ungkapnya tutup.