Start Surabaya Bootcamp; Dorong Surabaya Jadi Pusat Startup Berbasis Teknologi

 Start Surabaya Bootcamp; Dorong Surabaya Jadi Pusat Startup Berbasis Teknologi

Surabaya, Kabarindo- Perkembangan teknologi di Indonesia semakin pesat, hal tersebut berdampak pada pertumbuhan industri digital di tanah air.

Peningkatan jumlah pengguna internet secara drastis di Indonesia membuka pasar yang sangat baik untuk pertumbuhan berbagai startup teknologi yang dibangun oleh anak muda di Indonesia.

Sebagai kota dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki peluang yang sangat baik untuk menjadi pusat perkembangan startup teknologi di Indonesia.

Lebih dari 60 orang yang berasal dari 26 tim berbeda mengikuti Start Surabaya Bootcamp yang dilaksanakan di Forward Factory Coworking Space. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh para pelaku startup yang berasal dari Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. Mereka yang terpilih minimal sudah memiliki aplikasi, game, ataupun situs web dalam bentuk prototipe, bukan hanya memiliki ide. Program yang digagas KIBAR bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Intiland, Suara Surabaya, dan Enciety ini merupakan sebuah terobosan untuk menjadikan Surabaya pusat startup berbasis teknologi.

Selama tiga hari sejak Jumat (22/5) hingga Minggu (24/5) para peserta Start Surabaya Bootcamp akan mempelajari berbagai hal mulai dari market validation, UI/UX, hingga go-to-market strategy. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan sesi konsultasi dari para pelaku industri teknologi seperti Yansen Kamto (Chief Executive KIBAR), Dennis Adishwara (CEO Layaria.com), Mayumi Haryoto (CEO Kreavi.com), Andreas Senjaya (Badr Interactive), Dian Wulandari (MarkPlus Inc.), Kelvin Allendro (CEO Pekku), Danton Prabawanto (BeON Intermedia) dan para mentor berpengalaman lainnya.

Chief Executive KIBAR Yansen Kamto menyampaikan bahwa program Start Surabaya Bootcamp diharapkan bisa mengakselerasi bisnis yang dijalankan oleh para peserta. “Saat ini tidak banyak startup teknologi yang mencoba menyelesaikan masalah dan memperhatikan pengembangan user experience. Hal itu akhirnya membuat kelangsungan dan pengembangan bisnis mereka tersendat. Program ini merupakan sebuah inisiatif untuk berbagi pengalaman, berjejaring, dan belajar untuk menguatkan pondasi dari bisnis mereka.”

"Surabaya mulai memegang peranan penting sebagai wadah bagi para pelaku startup di Indonesia. Kekuatan ekonomi, populasi, serta akademisi di Surabaya merupakan modal yang baik agar para pelaku industri teknologi dapat memprioritaskan Surabaya sebagai tempat memulai bisnis mereka. Kami mencoba menstimulasi banyak pihak untuk berkolaborasi, hingga pada akhirnya, Surabaya dapat menjadi tolak ukur bagi pengembangan startup teknologi di Indonesia,” tutur Yansen.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini turut hadir dalam pelaksanaan Start Surabaya Bootcamp pada Sabtu (23/5). Dirinya berpesan kepada para peserta agar benar-benar melakukan perubahan yang positif kepada Indonesia melalui ajang Start Surabaya Bootcamp ini. Ia berharap melalui Start Surabaya, bisa tercipta terobosan-terobosan baru yang bermanfaat tidak hanya bagi Kota Surabaya saja, namun juga berskala nasional. "Langkah kecil yang kalian lakukan saat ini mudah-mudahan bisa berpengaruh besar kepada negeri ini nantinya. Kalau semua sudah melalui sistem teknologi, kelak Indonesia akan jadi bangsa yang besar."

Start Surabaya Bootcamp menghasilkan tiga startup terbaik yang diharapkan siap bisa memberikan dampak untuk permasalahan di Indonesia. Peringkat pertama ditempati oleh Pasienia.com media sosial yang menghubungkan para pasien dengan kesamaan penyakit agar dapat saling membantu dan berbagi. Lalu selanjutnya Reblood, aplikasi yang menghubungkan pendonor darah dengan PMI dan Rumah Sakit. Terakhir, peringkat ketiga ditempat oleh Pijarpsikologi.org, sebuah Website informasi dan konsultasi psikologi online gratis yang dirintis oleh sekumpulan mahasiswa UGM.