10 Bandara; Raih Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Award

10 Bandara; Raih Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Award

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai pelayanan toilet bandara di hampir seluruh bandara internasional/nasional di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami memantau ada perubahan yang sangat signifikan dari yang sebelumnya banyak dikeluhkan kini mulai banyak mengalami perubahan menjadi lebih baik," kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim di Jakarta, Kamis, dalam acara Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Bandara Internasional/Nasional 2013.

Ia mengatakan, perubahan signifikan itu terlihat dari beberapa sisi di antaranya banyak dari toilet-toilet itu yang telah memenuhi syarat atau standar bersih internasional.

Menurut dia, hal itu menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan kepedulian pengelola bandara tentang toilet umum mereka.

"Ini bukti sudah semakin besarnya kepedulian pengelola bandara untuk meningkatkan fasilitas toiletnya," katanya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menyerahkan Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih di Bandara Internasional/Nasional 2013 kepada 10 bandara dengan pengelolaan dan pelayanan toilet umum terbaik di Indonesia.

Sejumlah bandara yang mendapatkan penghargaan di antaranya Bandara Syarif Kasiem II Pekanbaru (bintang empat), Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (bintang empat), dan Bandara Juanda Surabaya (bintang tiga), Bandara Sultan Hasanudin Makassar (bintang tiga), Bandara Ngurah Rai Denpasar (bintang tiga), Bandara S. Mahmud Badarudin (bintang dua), dan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (bintang satu).

Mari Elka Pangestu mengatakan, bandara merupakan pintu gerbang utama masuknya wisatawan ke suatu destinasi wisata, sehingga bila toiletnya bersih akan menjadi cerminan budaya bangsa sekaligus meningkatkan citra Indonesia.

"Oleh karena itu, penghargaan ini juga berperan penting untuk menciptakan budaya bersih di masyarakat khususnya dalam membangun, mengelola dan menggunakan toilet umum sehingga menciptakan citra positif di mata wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Juri Lomba Toilet Bandara 2013 Naning S.A. Adiwoso mengatakan, ada kemajuan pengelolaan toilet umum bandara dari waktu ke waktu dan diharapkan ke depan bisa dilaksanakan secara lebih berkesinambungan.

"Memang ada kemajuan tetapi tetap perlu komitmen manajemen dan cleaning service serta perubahan perilaku pemakai," katanya.

Peningkatan mulai terlihat dari semakin detailnya pengelolaan toilet di sejumlah bandara di antaranya ada tanda menuju toilet, tidak ada pintu utama, tersedia sabun, tempat sampah, gantungan, tempat sampah pembalut wanita yang tertutup dan dibuka dengan pedal, fasilitas free hand, kertas toilet, hingga efisiensi penggunaan air.

Selain itu tersedia urinoir untuk anak dengan alas yang bersih serta dekorasi toilet yang sesuai dan mudah dibersihkan.

Kelayakan ruangan toilet untuk penyandang cacat juga mulai diperhatikan dimana sudah tersedia

pintu geser, hand bar, tombol emergency, dan tidak ada perbedaan tinggi lantai.

"Kami temukan dalam penjurian fasilitas nursery room yg semakin tersedia lengkap dengan kursi, dispenser, untuk ganti popok, dan wastafel serta dekorasi bayi," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.