35 Pemuda Pemudi Pilihan; Siap Abdikan Diri

35 Pemuda Pemudi Pilihan; Siap Abdikan Diri

Jakarta, Kabarindo- Setelah melalui proses seleksi yang panjang, Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (KUKPRI MDGs) mengumumkan 35 pemuda pemudi dari latar belakang kesehatan dan non-kesehatan yang dinyatakan lulus sebagai Pencerah Nusantara angkatan ke-3.

Mereka terpilih dari 1.024 pelamar yang mendaftar secara online dari seluruh penjuru nusantara. Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk mengikuti pelatihan intensif selama enam minggu ke depan sebelum nantinya ditugaskan di daerah masing-masing.

Pencerah Nusantara adalah sebuah program lintas sektor yang digagas dan dilaksanakan oleh KUKPRI MDGs, menjadi salah satu terobosan dalam usaha mencapai target MDGs. Seperti ditegaskan oleh Prof.Dr. Nila Moeloek, SpM (K) selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs,”Program Pencerah Nusantara ini lahir dari kebutuhan terhadap perlunya pelayanan kesehatan primer yang solid, sebagai penentu kesinambungan tercapainya target MDGs. Kami memfokuskan pencapaian pembangunan di bidang kesehatan karena bidang ini dirasa mampu menjadi daya ungkit bagi pencapaian target pembangunan lainnya. Tenggat waktu pencapaian MDGs tinggal satu tahun lagi, dan terobosan seperti ini harus terus digaungkan dan didukung dengan kemitraan lintas sektor yang strategis, sehingga bisa terus berkelanjutan, bahkan pasca pembangunan 2015.”

Memasuki tahun ke-3 program Pencerah Nusantara yang digagas KUKPRI MDGs, animo pemuda pemudi Indonesia yang ingin mengabdikan diri langsung di masyarakat akar rumput makin menunjukkan peningkatan. Hal ini ditegaskan oleh Diah Saminarsih selaku Ketua Program Pencerah Nusantara sekaligus Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, “Kami sangat mengapresiasi pemuda pemudi Indonesia yang ternyata memiliki minat besar untuk mengabdikan diri untuk masyarakat. Minat tersebut ditunjang dengan kemampuan dan keterampilan di bidang kesehatan dan non-kesehatan, sehingga menjadi potensi besar dalam melakukan perubahan di tingkat akar rumput. Kami percaya Pencerah Nusantara merupakan jalur yang tepat untuk menyalurkan potensi dan semangat mereka untuk berkontribusi bagi bangsa.”

Diah menambahkan,“Kami bekerjasama dengan berbagai organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Fakultas Kedokteran Indonesia, dan mitra terkait lainnya untuk menjaring pendaftaran para kandidat Pencerah Nusantara. Cara ini cukup efektif karena Pencerah Nusantara akan mendapatkan kompetensi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Di sisi lain, program Pencerah Nusantara bisa menjadi terobosan atau ajang kompetensi terbaru bagi masing-masing organisasi profesi.”

Tim program Pencerah Nusantara menyusun mekanisme seleksi dan penjurian dalam beberapa tahap. Tahap pertama berupa seleksi administrasi seperti kelengkapan data, persyaratan pendidikan yang memadai, latar belakang motivasi yang sesuai dengan visi misi Pencerah Nusantara, dan sebagainya. Tahap kedua adalah diskusi kelompok, di mana sekelompok kandidat akan melakukan diskusi seputar permasalahan kesehatan dan kerjasama tim untuk mengenal lebih dalam tentang karakter masing-masing kandidat. Tahap terakhir adalah wawancara langsung, di mana tim program Pencerah Nusantara dan tim profesional (psikolog, dokter dan perwakilan organisasi yang relevan) bertemu dengan kandidat untuk menggali motivasi, kompetensi dan pribadi setiap kandidat. Setelah itu, tim program Pencerah Nusantara akan melakukan evaluasi dan pengelompokan para kandidat yang lolos sehingga tepat sasaran penugasan.

“Kami merasa terhormat bisa bekerjasama dengan KUKPRI MDGs untuk mengembangkan dan membekali Pencerah Nusantara dengan ilmu dan keterampilan terbaik sebelum mereka bertugas di lapangan. Pada dasarnya, para kandidat terpilih ini sudah memiliki modal dasar untuk melakukan intervensi pelayanan kesehatan primer langsung kepada masyarakat. Kami tinggal mengasah dan mengarahkan potensi mereka, sehingga dapat memberikan hasil maksimal di lapangan,” tutur dr. Setyawati Budiningsih, MPH perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang akan menjadi salah satu pelatih dalam program pelatihan intensif Pencerah Nusantara angkatan ke-3.

Hal serupa dikemukakan David Hutagalung, Director Government Affairs and Policy GE Indonesia, “Kami melihat program Pencerah Nusantara sebagai terobosan nyata yang bergerak untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Pemuda pemudi ini terbukti berhasil menjadi penggerak masyarakat dan membentuk jejaring yang solid antara pemerintah daerah dan petugas kesehatan setempat, serta masyarakat untuk perlahan-lahan mengadopsi gaya hidup sehat dalam kehidupan sehar-hari, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. Sebagai perusahaan yang juga peduli pada kesehatan, kami sangat mengapresiasi program ini dan akan terus mendukung keberlangsungannya; sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat Pencerah Nusantara.”

Adapun materi pelatihan yang akan diberikan kepada Pencerah Nusantara antara lain meliputi manajemen Puskesmas, pengetahuan tentang BPJS, ilmu kedokteran komunitas, pelatihan kegawatdaruratan  dan trauma, pelatihan seputar kesehatan ibu dan anak, penggunaan alat USG, team building, pelatihan militer, sampai pelatihan menulis blog. Para pembicara yang akan hadir dalam pelatihan berasal dari berbagai sektor, baik dari pemerintahan, sektor swasta, LSM, maupun tokoh publik yang akan memberikan inspirasi bagi para Pencerah Nusantara angkatan ke-3.

Selanjutnya, Pencerah Nusantara rencananya akan dilantik pada 16 September 2014 mendatang dan diberangkatkan pada 17 September 2014 ke daerah penugasan masing-masing. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di www.pencerahnusantara.org atau Facebook “Pencerah Nusantara” dan Twitter @pencerahnusa.