5 Daerah Difasilitasi Bekraf; Ikut Pameran Di Ajang Cannes 2017

5 Daerah Difasilitasi Bekraf; Ikut Pameran Di Ajang Cannes 2017

Lounge XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Kabarindo- Redaksi tidak hanya puas bersua dengan sineas perempuan humble dan santun, Mouly Surya.

"Kami itu di PH Cine Sury memang hanya ber-4 dan tentu saja ingin fokus tiap tahun dengan satu produksi tapi memang tiap film yang saya garap punya ke-khasan tersendiri dengan waktu, cari donatur dan syukurnya raih apresiasi festival mancanegara. Film saya yang terakhir ini berkisah tentang perjuangan seorang Perempuan Sumba yang bernama Marlina, ini bukan dari mas Garin yang memang mengawali sehingga mengapa saya menyutradarai. Mas Garin memang ingin sekali 4 babak dari coret-coretan ini ditangani oleh sutradara perempuan dan jadilah seperti ini, judul yang dikasih itu Perempuan," jelas Mouly Surya responsif dan riang gembira bersama dengan Dubes Perancis untuk Indonesia, KaBekraf RI, Triawan Munaf, para pendukung dan donaturnya termasuk produser Kaninga Pictures, Willawati tentu saja para pemain dan bintang utama yang memerankan karakter Marlina, Marsha Timothy.

Berkenaan dengan nama Marlina, Mouly berseloroh bahwa itu hasil pencariannya di google dan saat melihat kejadian di Sumba dan kebetulan nama dari perempuan tersebut adalah Marlina seorang guru dan ia tertarik memakai nama tersebut sebagai sosok yang diperankan oleh Marsha yang saat presscon disebut perempuan lembut yang saat ini ditantang menjadi pembunuh berdarah dingin.

Redaksi beruntung bersama dengan para media lainnya menyaksikan untuk pertama kali trailer atau teasernya yang memang terbilang sadis karena ada adegan memenggal kepala dan Marlina memegang kepala tersebut sembari menaiki kudanya menyusuri jalanan.

"Kami belum terfikir ke LSF karena memang diuber tenggat untuk diputar 24 Mei mendatang di ajang Cannes mewakili Merah Putih," jelas Faozan sang produser.

Sementara itu ada yang menarik dari delegasi yang akan dipimpin oleh Endah Bekraf yakni keikutsertaan 5 daerah yang ikut serta Cannes Film Festival dengan menyiapkan pavilliun Indonesia.

"Ada Pemkab Bojonegoro,  Siak, Banyuwangi,  Pemkot Bandung dan Pemprov Jogja siap berangkat difasilitasi Bekraf yang fokus pada PDB, peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

Jadi Cannes tahun ini,  Bekraf menambah varian tidak hanya jualan film tapi juga lokasi syuting," jelas Triawan sesaat sebelum preskon digelar kemarin.
 
Sementara untuk kuantitas bioskop,  ditegaskan Bekraf tidak bikin bioskop tapi penyiapan regulasi, kran DNI dibuka dan menfasilitasi investor untuk buka jaringan bioskopnya di tanah air.

Sudah ada beberapa pengusaha bioskop yang sudah tertarik untuk membuka jaringannya seperti India Selatan,  Korea,  Singapura,  China. 

Fox USA sudah bertemu dengan pihak Bekraf dan menyatakan kesediaannya untuk mendanai film WiroSableng yang akan diperankan oleh Vino G Bastian dari legacy sang ayah.

Semoga saja tidak hanya pulau Dewata Bali pasca Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts tapi juga bisa Pulau Komodo, Sumba, Lombok, ataukah ke 5 destinasi dimana wakil dari daerahnya hadir di Cannes Film tahun ini.


Salam Demi Film Indonesia........