A Great Moment Of Batik Sidoarjo; Tampilkan Kekayaan Batik Sidoarjo

A Great Moment Of Batik Sidoarjo; Tampilkan Kekayaan Batik Sidoarjo

Surabaya, Kabarindo- Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (KIBAS) menggelar pameran bertajuk A Great Moment of Batik Sidoarjo di Galeri Seni House of Sampoerna (HoS) selama 10 Oktober – 3 November.
 
Dalam event ini dipamerkan beragam batik Sidoarjo, salah satu kabupaten di Jatim. Sebagai salah satu daerah penghasil produk batik tulis di Jatim sejak era 80-an, Sidoarjo memiliki kekayaan ragam batik yang dihasilkan dari berbagai kawasan seperti Jetis, Kedungcangkring dan Sekardangan. Kawasan – kawasan ini merupakan penghasil batik yang tak kalah indah dibandingkan daerah – daerah lain di Indonesia.
 
Keragaman dan keunikan motif batik Sidoarjo ini diangkat KIBAS dalam pameran tersebut didukung para pembatik lawas Sidoarjo. Pengunjung bisa melihat 50 lembar kain batik Sidoarjo berusia puluhan tahun yang merupakan karya pembatik lawas Sidoarjo seperti Rogat atau Tan Sin Ing), Liem Sie Hok, Wak Nyonya dan lainnya.
 
Masing – masing memiliki ciri khas motif maupun pewarnaan pada kain batik produksi Sidoarjo. Ada motif Mahkota, Iris Tahu, Iris Tempe dan lainnya. Seperti yang dapat dilihat pada koleksi milik Ibu Syaiful Illah, istri Bupati Sidoarjo, yang mayoritas koleksi merupakan batik peranakan karya Tan Sin Ing. Agar tidak sekedar menjadi kenangan, rupa ragam motif batik Sidoarjo ini diangkat kembali oleh para kolektor yang tersebar di berbagai kota di Jatim dalam pameran ini.
 
KIBAS juga memperkenalkan kreasi motif batik baru seperti motif Teyeng yang menggunakan inovasi teknik membuat pola dan pewarnaan batik menggunakan besi berkarat. Juga teknik Meratus yaitu memberikan aroma wangi khas pada kain batik yang sudah dikenal sejak dulu.
 
Kekayaan motif dan teknik pada batik Jatim mendorong KIBAS terus aktif melakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan budaya batik Jatim. Dengan visi Peduli batik dan melalui batik membantu masyarakat berapresiasi untuk mencapai kesejahteraan, kelompok ini berkomitmen mengapresiasi dan mengembangkan batik sebagai kekayaan budaya bangsa melalui pendidikan, penelitian, pelatihan dan manajemen tentang pengetahuan batik berdasarkan keunggulan dan keunikan yang didukung oleh tenaga profesional sesuai dengan perkembangan teknologi.