AHOK Raih Penghargaan BHACA; Anti Korupsi.....!

AHOK Raih Penghargaan BHACA; Anti Korupsi.....!

Jakarta, Kabarindo- Ada kejutan di malam penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2013.

Usai Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan sambutannya sebagai salah satu peraih penghargaan, sontak saja para tamu undangan berteriak dan bertepuk tangan dengan riuh.

Tiba-tiba, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) muncul dalam acara tersebut. Ternyata selama Ahok sedang berbicara diatas panggung, Jokowi sudah tiba dan berdiri dibelakang ditutupi speaker yang besar. Sehingga kehadirannya tidak diketahui tamu undangan, bahkan Ahok sendiri.

Setelah usai pidato Ahok, dengan mengenakan kemeja kesayangannya berwana putih, Jokowi memasuki ruangan dengan sorakan dan tepuk tangan yang bergemuruh. Lalu Jokowi diminta untuk menyampaikan pidatonya sebagai salah satu penerima penghargaan anti korupsi ini pada tahun 2010.

"Saya sebetulnya sudah hadir dari tadi. Sebenernya waktu saya sudah mepet mau kesini. Tapi karena ditelpon-telponin terus, ya akhirnya saya dateng kesini pakai ngebut dan kawalan Voorrijder. Saya nggak langsung masuk, takut mengganggu pidato Pak Basuki yang sedang semangat-semangatnya," kata Jokowi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (31/10) seperti dilansir dari laman beritasatu.

Dengan nada bercanda, Jokowi menceritakan dua perbedaan yang dimilikinya dengan Ahok. Perbedaan pertama, kalau Jokowi tahan tidak makan sampai jam tiga siang, sedangkan Ahok pasti sudah gelisah kalau belum makan pada jam 12 siang.

"Bedanya Jokowi dengan Ahok itu banyak. Tapi saya mau sebutkan dua saja. Kalau saya nggak sarapan pagi bisa tahan nggak makan sampai jam tiga. Tapi kalau Pak Ahok sudah gelisah kalau belum makan hingga jam 12 siang. Kalau sudah begitu saya berhentikan rapatnya untuk makan siang, supaya Pak Ahok tenang," ujarnya disambut tawa para tamu undangan termasuk Ahok dan isterinya Veronica Tan.

Lalu perbedaan kedua, kalau ingin memecat pejabat, Ahok pasti memarahi dulu pejabat itu, kemudian besoknya langsung dipecat. Kalau Jokowi mengaku tidak pernah memarahi pejabat yang mau dipecat, tetapi langsung besoknya pejabat itu sudah dicopot dari jabatannya.

"Pak Ahok itu kalau mau mecat orang, pasti dimarahi dulu, besok pecat. Kalau saya nggak perna memarahi lah, yang penting besoknya hilang saja tuh orang," candanya.

Setelah menyampaikan guyonannya, Jokowi dengan mimik serius menyatakan menerima penghargaan prestisius ini seperti mendapatkan beban yang berat. Karena harus tetap konsisten menjalankan pemberantasan korupsi di tubuh pemerintahan daerah.

"Menerima penghargaan ini beban yang berat sekali. Kalau kita tidak baik, pasti langsung ada yang nyemprot. Kalau kita tidak benahi sistemnya, pasti kita disemprot habis-habisan. Makanya, pada saat itu, saya mati-matian memperbaiki sistem. Hal yang sama juga saya perjuangkan di Pemprov DKI," tuturnya.

Salah satu penerima BHACA 2013, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji mengaku kaget mendapatkan penghargaan anti korupsi itu. Dia tidak menyangka usaha internal PLN dalam pemberantasan korupsi diamati pihak luar dan diberikan apresiasi yang besar.

"Makanya waktu saya diberitahu mendapatkan penghargaan ini. Saya minta waktu untuk berpikir dulu, apa saya layak menerimanya," ujarnya.

Kemudian dia melihat Gerakan PLN Bersih dilaksanakan bukan untuk pribadinya, melainkan untuk perusahaan yang dipimpinnya. Artinya dengan menerima penghargaan ini, maka dapat menguatkan penerapan gerakan PLN Bersih.

Beberapa langkah yang diambil untuk mengeliminir sumber-sumber korupsi di PT PLN adalah tidak boleh dilakukan pengadaan barang lewat perantara. Lalu, mempersempit ruang untuk melakukan korupsi.

Saat ini, pihaknya sedang menggodok larangan bagi rekanan, subkontraktor, karyawan hingga keluarga karyawan melakukan transaksi cash. Langkah dilakukan untuk mengurangi gratifikasi.