Ada Deterjen Organik; Khusus Untuk Batik

Ada Deterjen Organik; Khusus Untuk Batik

Surabaya, Kabarindo- Mencuci pakaian atau lainnya dari batik gampang-gampang susah. Jika menggunakan sabun deterjen biasa dapat memudarkan motif batik, bahkan merusak kain. Sayang sekali. Padahal harganya mahal, misalnya dari batik tulis.
 
Mencuci pakaian batik memerlukan bahan khusus. Pada zaman dulu bahkan hingga sekarang disarankan dan banyak orang yang melakukannya dengan menggunakan lerak untuk menjaga agar kain dan motif batik tetap awet.
 
Namun kini ada terobosan baru dalam mencuci kain batik dengan deterjen organik produksi Rewash hasil inovasi dra. Asriatin Apoteker bersama Ridho Indra yang diperkenalkan oleh desainer Surabaya, Embran Nawawi.
 
Menurut Embran, detergen organik tersebut didapat dari hasil uji coba yang dilakukan Asriatin dan Ridho. Salah satu pembuat formula, Ridho, mengatakan deterjen organik terbuat dari minyak biji bunga matahari.
 
Asriatin menyebutkan, 80% bahan detergen tersebut organik sehingga aman digunakan, tidak memudarkan motif batik dan tidak merusak kain. Ia menjelaskan, minyak biji bunga matahari memiliki kelebihan dibandingkan lerak karena sifatnya lebih lembut sehingga lebih bagus dalam membersihkan dan merawat kain batik.
 
“Lerak masih meninggalkan bau dan noda kotoran pada kain batik. Tapi deterjen organik mampu menghilangkannya,” ujarnya pada Sabtu (1/11/2014).
 
Asriatin dan Ridho kemudian mempraktikkan penggunaan deterjen organik tersebut pada secarik kain batik yang dikotori noda oli dan lipstik. Secarik kain lain dengan noda yang sama dicelupkan pada cairan lerak. Hasilnya bau dan noda pada kain yang dicelup lerak masih menempel.
 
Asriatin mengatakan, deterjen organik tersebut akan dikembangkan lagi agar hasilnya sempurna. Untuk itu diperlukan riset lebih mendalam.
 
Menurut Embran, rencananya produk tersebut akan dibuat secara khusus untuk kain batik milik pria dan wanita yang akan dipasarkan dengan aroma berbeda dengan memberikan esens natural. Untuk kain batik pria akan beraroma musk dan tobacco, sedangkan untuk kain batik wanita akan beraroma melati, serai dan vanila serai.
 
Asriatin menambahkan, pihaknya ingin mematenkan deterjen organik tersebut, namun tentu butuh proses dan waktu. “Menunggu hasil pengembangan produknya sempurna dulu, baru dipikirkan soal patennya,” ujarnya.