Adira Finance Jatim; Targetkan Pembiayaan Rp. 4,8 Triliun

Adira Finance Jatim; Targetkan Pembiayaan Rp. 4,8 Triliun

Surabaya, Kabarindo- Perusahaan pembiayaan di bidang otomotif, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk., menargetkan nilai pembiayaan di Jawa Timur sebesar Rp. 4,8 triliun pada 2014.

Angka ini berarti mengalami peningkatan 22% dari pencapaian pada 2013 sebesar Rp. 3,9 triliun dengan jumlah nasabah sekitar 600 ribu. Pada tahun ini, Adira menargetkan pertumbuhan nasabah di Jatim sebesar 17%. Sementara secara nasional, jumlah nasabah Adira sebanyak 4,8 juta dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 48 triliun pada 2013. Ditargetkan, nilai pembiayaan tumbuh 10% hingga akhir tahun.

Target tersebut diungkapkan Regional Division Head Jawa Timur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Mohammad Syahrir, dalam pengenalan program Adira X-tra Bonus 2014: 1001 MotoGP Sepang di Sutos, Surabaya, pada Kamis (27/3/2014).

Program tersebut merupakan salah satu kiat untuk mencapai target pembiayaan yang dipatok Adira. Adira X-tra Bonus 2014: 1001 MotoGP Sepang merupakan program apresiasi kepada nasabah yang mengambil kredit kendaraan bermotor. Dalam program yang berlangsung pada periode Maret-Agustus, nasabah berkesempatan mendapatkan grand prize berupa 1001 paket perjalanan menyaksikan ajang MotoGP di Sepang, Malaysia.

Kiat Adira lainnya adalah melakukan ekspansi bisnis di beberapa titik di Indonesia, diantaranya dengan membuka kantor cabang baru di Surabaya untuk melayani pembiayaan mobil. Di Jatim, Adira memiliki total 24 kantor cabang dan 17 kantor pembantu yang tersebar hingga Pacitan dan Banyuwangi. Juga akan membuka kantor cabang baru di Sulawesi dan Papua. Saat ini di luar Jawa, telah  ada cabang di Ambon, Ternate dan Papua.

Untuk penyerapan nilai pembiayaan di Jatim, Syahrir menyebutkan, komposisinya didominasi kendaraan roda dua sebesar 63% dan sisanya roda empat. Komposisi roda dua ini menurun dibandingkan pada tahun lalu yang mencapai 73%. Sedangkan secara nasional, komposisinya 52% untuk pembiayaan roda dua dan 48% untuk roda empat.

Menurut Syahrir, penurunan tersebut dipengaruhi makin besarnya pasar LCGC (low car green car). Ia memprediksi komposisi penyerapan pembiayaan untuk roda empat akan semakin meningkat dibandingkan  untuk roda dua.