Alat Medis Laris Di Pasar Afrika; Raih Transaksi Potensial USD 1,3 Juta

Alat Medis Laris Di Pasar Afrika; Raih Transaksi Potensial USD 1,3 Juta

Jakarta, Kabarindo– Gencar melakukan promosi untuk meningkatkan ekspor nonmigas ke pasar Afrika.

Kementerian Perdagangan sukses meraih transaksi potensial senilai USD 1,3 juta. Diversifikasi pasar ekspor di negara-negaar tradisional yang selama ini dibidik Kemendag makin menunjukkan kemajuan.

“Indonesia berhasil mendapatkan transaksi potensial USD 1,3 juta. Kontribusi terbesar didapat dari prospek transaksi produk sarung tangan lateks dari Shamrock Manufacturing Corpora yang diminati oleh 70 perusahaan di Nigeria dan Ghana, yaitu senilai USD 650 ribu,” jelas Kepala ITPC Lagos Nino Wawan Setiawan.

Sukses ini diraih Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Lagos yang membawa enam perusahaan dalam pameran Medic West Africa and Medlab West Africa Exhibition 2016 yang diselenggarakan pada 12-14 Oktober 2016 di Lagos, Nigeria.
Nino menambahkan, 90 perusahaan Nigeria dan Benin berminat terhadap produk underpad dan masker bedah dari Beauty Kasatama dengan transaksi potensial sebesar USD 350 ribu. Selain itu, 45 perusahaan farmasi Nigeria menyatakan minatnya untuk menjadi subdistributor obat PT Menjangan Sakti (Mensa) yang berpotensi menghasilkan nilai transaksi senilai USD 300 ribu dalam setahun mendatang.

Enam perusahaan Indonesia itu yaitu CV Beauty Kasatama mempromosikan underpad, masker bedah, penutup kepala bedah, dan gaun bedah. Perusahaan lainnya yaitu PT Shamrock Manufacturing Corpora yang mempromosikan produk sarung tangan untuk kebutuhan medis dan industri (lateks karet alam, vinil sintetis, nitril, dan bedah steril). PT Sugih Instrumendo Abadi mempromosikan produk peralatan kesehatannya, yaitu pocket aneroid sphygmomanometer (alat ukur tekanan darah) dan stetoskop spektrum.

Selain itu, PT Oneject Indonesia mempromosikan produk alat kesehatannya berupa beberapa tipe jarum suntik. PT Arista Latindo mempromosikan beberapa produk alat kesehatannya melalui katalog, antara lain sarung tangan lateks untuk pemeriksaan, underpads, dan masker bedah. Terakhir, Mensa mempromosikan beberapa produk obat-obatannya, antara lain prostrate drugs (lanaprost), ceftriaxone injection, obat gula (glimepiride), hepachol, antibiotik (cefixime). Mensa juga memamerkan produk kesehatan lain, seperti cotton bud dan baby bag.

Medic West Africa and Medlab West Africa Exhibition merupakan pameran alat-alat dan produk kesehatan terbesar di Afrika Barat. Setiap tahunnya, pameran ini menghadirkan sekitar 200 ekshibitor dari 30 negara. Tahun ini, diperkiraan 7.500 orang mengunjungi Medic West Africa and Medlab West Africa Exhibition.

Ekspor Obat Meningkat
Selama 20 tahun terakhir, ekspor obat-obatan Indonesia ke negara-negara Afrika Barat menunjukkan peningkatan signifikan. Beberapa perusahaan farmasi Indonesia yang telah melakukan ekspor adalah Kalbe Farma, Biofarma, Tempo Scan Pasific, Dexa Medica, Menjangan Sakti, Haduo Herbatic, dan Sanbe Farma.

Jumlah populasi Nigeria mencapai 181,5 juta jiwa atau sebesar 58,8% dari total populasi di Afrika Barat yang sebesar 301,5 juta jiwa. Pendapatan per kapita Nigeria sebesar USD 1,05 triliun merupakan yang terbesar di Afrika Barat dan terbesar ketiga di Afrika setelah Mesir dan Afrika Selatan. Dengan demikian, Nigeria merupakan pasar terbesar di Afrika Barat, terutama untuk barang-barang konsumsi dan farmasi.