Atdag Canberra; Fasilitasi Pendirian Saman Estate Coffee

Atdag Canberra; Fasilitasi Pendirian Saman Estate Coffee

Jakarta, Kabarindo- Atase Perdagangan RI di Canberra Nurimansyah terus melakukan penetrasi untuk mempromosikan kopi Indonesia ke masyarakat Australia.

Selain ikut pameran, Nurimansyah juga memfasilitasi pendirian rumah kopi Indonesia di Australia. "Produk Kopi Indonesia kini dapat diperoleh di Saman Estate Coffee, Kafe Rumah Kopi Indonesia, di Docklands-Melbourne, Australia yang resmi dibuka tanggal 8 Mei 2015," tutur Nurimansyah.

Menurut Nurimansyah, pendirian Saman Estate Coffee merupakan promosi produk kopi Indonesia yang berkesinambungan dan memiliki nilai tambah. Berdasarkan data dari International Trade Center United Nations (ITC UN) Comtrade Statistics, total impor kopi Indonesia ke Australia mencapai USD 479,5 juta pada tahun 2014. Indonesia menempati posisi ke-8 sebagai eksportir kopi ke Australia, dengan peranan ekspor kopi sebesar 5,01%.

Saman Estate Coffee berlokasi di pusat kota, di antara banyak gedung sekitar Docklands-Melbourne. Kafe ini menyajikan biji kopi yang setiap pagi dipanggang di dalam kafe. Jendela kafe sengaja menggunakan kaca nako yang dibuka, sehingga pada saat biji kopi sedang dipanggang, aroma kopinya keluar menyebar di lingkungan sekitar kafe.

Kafe ini juga menjual kopi dalam kemasan bubuk, biji kopi yang sudah di panggang, dan juga biji kopi yang masih hijau (green beans). "Kafe ini juga menawarkan joint-outlet bagi diaspora Indonesia yang ingin menjual kopi Indonesia," ujar Nurimansyah.

Kedai-kedai kopi seperti ini diharapkan bisa tumbuh subur di kota-kota besar di Australia. Dengan begitu, ekspor kopi Indonesia ke Australia akan tetap terjaga dan makin meningkat. “Ke depan kita bisa sama-sama mempromosikan produk kopi terbaik Indonesia di Australia,” ungkapnya.
Nurimansyah berharap diaspora Indonesia dapat menciptakan bisnis di bidang lainnya seperti membuka toko produk Indonesia, membuka waralaba dari Indonesia, atau menjadi perpanjangan tangan eksportir Indonesia dengan membuat kantor perwakilan pemasaran di Australia. "Diaspora Indonesia juga dapat membentuk perusahaan patungan Indonesia-Australia di bidang pemasaran dan produksi dan memposisikan Indonesia dalam rantai produksi global," katanya. Menurutnya, saat membuka usaha di Australia, produksi bisa dilakukan di Australia atau di Indonesia, atau di negara yang dijadikan hub bagi pemasaran produk ekspor Indonesia. "Kami siap memfasilitasi para diaspora Indonesia yang ingin membuat usaha di Australia," ungkapnya.

Sementara itu, Duta Besar RI Nadjib Riphat Kesoemadi saat pembukaan kafe ini mengatakan, KBRI Canberra serta seluruh perwakilan Indonesia di Australia sangat mendukung pembukaan Saman Estate Coffee. "Ini merupakan langkah yang luar biasa yang diharapkan dapat bisa terus berkembang," kata Nadjib.

Acara ini juga mendapat dukungan Konsul Penerangan Sosial dan Budaya Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne Ita Puspita Sari. “KJRI Melbourne dan seluruh perwakilan sangat mendukung usaha ini," tuturnya.
Diharapkan Saman Estate Coffe ini akan menjelma menjadi rumah kopi Indonesia yang sebenarnya dan menjadi media promosi bagi produk-produk kopi Indonesia. Peresmian kedai kopi yang dilakukan dengan pemotongan nasi tumpeng juga dihadiri perwakilan dari Malaysia Trade di Melbourne, KBRI Canberra, KJRI Melbourne, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, dan masyarakat Indonesia dari Melbourne dan Sydney. Sementara CEO & Founder Saman Estate Cofee Teuku Syahrial menyatakan nama Saman diambil dari tari Saman yang berasal tarian dari Aceh. "Tarian yang dilakukan pada saat panen kopi sedang bagus,” jelas Teuku Syahrial.