BALIs BIG ECO WEEKEND 2014; Atasi Limpahan Sampah

BALIs BIG ECO WEEKEND 2014; Atasi Limpahan Sampah

Bali, Kabarindo- Masalah sampah di pulau Bali tampaknya terus menjadi perhatian internasional.

Pada bulan Maret 2014 lalu, Huffington Post menerbitkan sebuah artikel berjudul “Why You Should Take Bali Off Your Bucket List”, yang menyoroti peningkatan jumlah sampah di pantai-pantai terkenal di Bali dan menyebut situasi ini sebagai bencana lingkungan.

"Hal ini seharusnya membuat kita semua sangat khawatir," kata Nita Sofiani, Miss Earth Indonesia 2013, yang berpartisipasi di acara Bali’s Big Eco Weekend 2014 untuk membantu menyebarkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap situasi yang dihadapi oleh pulau Dewata.
"Sebagai orang Indonesia, kita bangga memiliki pulau Bali dan kita menikmati apa yang ditawarkan oleh pulau ini. Oleh sebab itu, kita memiliki tanggung jawab untuk citranya di mata dunia dengan menjaganya tetap bersih."

Sebagai bagian dari festival Bali’s Big Eco Weekend 2014 yang digalangkan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia, Quiksilver, dan PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Nita Sofiani dan Yossico Stephanie, Miss Earth-Eco Tourism Indonesia 2013 menyingsingkan lengan baju untuk memungut sampah di Pantai Padma, Legian-Bali bersama dengan ribuan pengunjung lainnya. Festival lingkungan tahunan ini kembali diadakan untuk ketujuh kalinya sebagai upaya untuk membuka mata masyarakat lokal dan turis akan permasalahan sampah yang mengancam pulau Bali. Sejumlah peselancar ternama di dunia—Mark Richards, Jake Paterson, Craig Anderson, Matt Hoy, Freddy Patacchia, Sally Fitzgibbon, Kalea Moniz, Rosy Hodge, dan Bruna Schmitz juga turut berpastisipasi dalam acara ini, dengan harapan bisa menginspirasi peselancar di berbagai belahan dunia yang mewakili jumlah besar dari wisatawan Bali. Ketiga perusahaan juga memamerkan inovasi ramah lingkungan mereka dalam acara ini: kemasan minuman ramah lingkungan dari Coca-Cola, celana board shorts Quiksilver yang terbuat dari materi daur ulang, dan buku hasil olah sampah dari Garuda Indonesia.

"Di Coca-Cola, kami percaya kami memiliki peran dan tanggung jawab untuk membantu menciptakan lingkungan yang berkelanjutan di mana kami beroperasi, baik pantai di Bali maupun kota metropolitan seperti Jakarta atau Surabaya. Kami telah berinvestasi dalam program Bali’s Beach Clean Up sejak tahun 2008 dan kami berencana untuk terus membantu selama kami masih bisa... Tapi tujuan utama acara ini adalah untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak—baik individu maupun perusahaan—karena kesuksesan program ini bergantung kepada kita yang mengambil keputusan yang tepat dan mau mengambil tindakan nyata," kata Kadir Gunduz, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia.

Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver memulai program Bali Clean Beach Up di tahun 2008, dan mengundang PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk untuk bergabung pada tahun 2012 setelah menyadari bahwa masalah ini membutuhkan lebih banyak pihak untuk bisa menciptakan perubahan yang lebih besar. Sejak tahun 2008, setiap hari program ini mempekerjakan 75 kru pembersih pantai, 4 traktor, 3 truk sampah, 2 barber surf rake, dan menyediakan lebih dari 1.200 tong sampah untuk membantu membersihkan sampah di sepanjang pantai Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, dan Kedonganan. Pada bulan Januari 2013, program ini mencatat terkumpulnya 373.500 kg limbah dari lima pantai, namun bulan Januari 2014 mencatat 45% lonjakan ke angka 540.000 kg. Jumlah sampah yang terus meningkat ini yang kemudian menjadi alasan untuk membawa Bali’s Big Eco Weekend ke jangkauan yang lebih luas, dengan partisipasi masyarakat lokal dan mengundang atlet selancar dunia untuk bersama-sama memungut sampah.

“Quiksilver sangat senang karena inisiatif CSR bersama Coca-Cola dan Garuda Indonesia ini telah memasuki tahun ketujuh. Bali’s Big Eco Weekend tahun ini bersamaan dengan peluncuran celana board short AG47 kami yang baru, puncak dari performa teknologi yang digunakan dengan bangga oleh para atlet elit kami di acara ini. Di Quiksilver, kami menyadari bahwa kami mendatangkan perubahan tak hanya dengan menjaga pantai-pantai tetap bersih, tapi juga dengan mengedukasi masyarakat dan turis perihal manajemen sampah dan kekhawatiran lain yang dimiliki pulau berharga ini. Pemerintah lokal dan industri lainnya sudah mulai mengakui usaha kami ini dengan ikut menunjukkan dukungan mereka, yang adalah kabar baik…” kata Paul Hutson, CEO Quiksilver South East Asia.

Heriyanto Agung Putra, EVP Human Capital & Corporate Affairs Garuda Indonesia mengatakan bahwa Garuda Indonesia selalu berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam  melalui berbagai program dan aktivitas yang kami laksanakan bersama sama dengan berbagai institusi, salah satunya adalah program bersih–bersih pantai Kedongan, Kuta, Legian, Seminyak dan Jimbaran. “Bersama sama dengan Coca-Cola dan Quiksilver, Garuda Indonesia terus berusaha agar pantai – pantai indah di Bali ini tetap bersih dan nyaman sehingga Bali tetap menjadi daerah kunjungan wisata terbaik di dunia,” tutur Heriyanto. “Melalui program CSR-nya, Garuda Indonesia juga telah melaksanakan berbagai program untuk menjaga lingkungan hidup di mana salah satunya adalah program penanaman pohon di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah yang kami sebut program “One Passenger One Tree”, dan kami juga di dalam perusahaan telah melaksanakan “Fuel Conservation Program”, sebagai bagian dari komitmen konkrit kami untuk mengurangi emisi karbon,” tambah Heriyanto.

Selain agenda bersih-bersih pantai, Bali’s Big Eco Weekend 2014 menawarkan rangkaian aktivitas yang menginspirasi pengunjung untuk bisa bersenang-senang tanpa mengotori pantai. Berbagai kegiatan olahraga seperti pelatihan sepak bola Coke Kicks dan bola voli dapat dinikmati oleh pengunjung, sambil menonton talk show lingkungan bersama komunitas blogger terkenal di Bali, Bale Bengong. Upacara yang dilakukan di sore hari meraih perhatian berkat penampilan live dari Millane Fernandez yang menyanyikan lagu tema Piala Dunia Coca-Cola 2014, Dunia Kita, yang kemudian diakhiri dengan pelepasan 1.000 bayi penyu ke habitat asal mereka. Keesokan harinya, Minggu, 22 Juni 2014, pengunjung diajak untuk berselancar bersama para peselancar legendaris di Uluwatu dalam acara yang dinanti-nantikan— Quiksilver Uluwatu Surf Challenge 2014.

"Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari inisiatif ini," kata Yossico Stephanie, Miss Earth-Eco Tourism Indonesia 2013, "Karena kami percaya ini bukan cuma masalah untuk Bali, tapi masalah bagi kita semua sebagai masyarakat Indonesia. Saya suka datang ke Bali, dunia suka datang ke Bali, dan saya yakin Anda pun demikian. Jadi Anda harus melindungi apa yang Anda sukai."