Badan Pusat Statistik 2016; Pastikan Penurunan Penduduk Miskin Di Indonesia

Badan Pusat Statistik 2016; Pastikan Penurunan Penduduk Miskin Di Indonesia

Dr. Sutomo, Jakarta, Kabarindo- Hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar penyampaian terkait perkembangan jumlah penduduk miskin sampai bulan September 2015 yakni mencapai sebesar 28,51 juta orang, kurang lebih 11,13%.

BPS mencatat adanya perbandingan penurunan dan kenaikan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Antara bulan Maret sampai September 2015, selama enam bulan tersebut terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 0,08 juta orang.

Sementara apabila dibandingkan dengan bulan September tahun sebelumnya (2014) jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan sebanyak 0,78 juta orang.

Disamping itu berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode  Maret 2015 - September 2015, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,03 juta sedangkan daerah perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,05 juta orang, papar Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik dalam keterangan persnya yang di gelar di Gedung BPS 3 lantai 1, Jakarta.

Badan Pusat Statistik merilis ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan penduduk miskin di Indonesia untuk periode bulan Maret 2015 hingga September 2015 antara lain sebagai berikut :
a. Selama periode Maret 2015-September 2015 terjadi inflasi umum relatif rendah yaitu tercatat sebesar 2,69 persen.
b. Secara nasional, rata-rata harga beras mengalami penurunan sebesar 0,92 persen yaitu dari Rp.13.089,- per kg pada Maret 2015 menjadi Rp.12.968,- per kg pada September 2015, selain beras harga eceran komoditas bahan pokok lain yang mengalami penurunan adalah minyak goreng yaitu mengalami penurunan sebesar 2,80 persen.
c. Perekonomian Indonesia triwulan III-2015 tumbuh sebesar 7,12 persen terhadap triwulan I-2015.
d. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 0,79 persen dari 101,53 pada Maret 2015 menjadi 102,33 pada September 2015.

Dalam kesempatannya, Suryamin juga menjelaskan perihal jumlah dan presentase penduduk miskin menurut pulau pada September 2015, yang mana BPS mencatat penduduk miskin terbesar berada di pulau Maluku dan Papua yakni sebesar 22,09 persen, sementara itu presentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan yakni sebesar 6,45 persen. Namun BPS juga merilis presentase kemiskinan dari sisi jumlah, dimana sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebesar 15,31 juta orang dan jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan, dengan jumlah 0,99 juta orang.

Mengenai Perkembangan Tingkat Kemiskinan dari Tahun 2009 hingga September 2015, secara umum tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan kecuali pada September 2013 dan Maret 2015.

Pada September 2013 jumlah dan presentase penduduk miskin mengalami kenaikan dibanding Maret 2013 yang disebabkan oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak pada bulan Juni 2013. Selanjutnya pada periode September 2014-Maret 2015 jumlah dan presentase penduduk miskin kembali mengalami kenaikan. Pada periode Maret 2015-September 2015 tercatat baik jumlah maupun presentase penduduk miskin mengalami penurunan.