Bank Ekonomi; Bidik Pertumbuhan Bisnis Di Jawa Timur

Bank Ekonomi; Bidik Pertumbuhan Bisnis Di Jawa Timur

Surabaya, Kabarindo- Bank Ekonomi membidik pertumbuhan bisnis di Jawa Timur. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuka kantor cabang Raya Darmo di Surabaya yang merupakan relokasi dari kantor cabang Embong Malang.
 
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal di seluruh Indonesia, termasuk di Surabaya. Untuk itu, kami membuka cabang di Jl. Raya Darmo setelah Lebaran,” ujar Gimin Sumalim, Direktur Network & Distribution Bank Ekonomi dalam pembukaan cabang ini pada Senin (27/7/2015).
 
Ia mengatakan, dengan merelokasi kantor cabang tersebut, Bank Ekonomi terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai kemudahan, kecepatan, kenyamanan dan keramahan. Sejalan dengan misi pemerintah untuk mengembangkan UMKM, Bank Ekonomi terus mendukung pengembangan sektor ini melalui penyediaan fasilitas pinjaman.
 
Gimin menambahkan, Jawa Timur, khususnya Surabaya, merupakan wilayah dengan potensi bisnis yang sangat besar, seperti perdagangan dan industri rumahan. Kota ini juga menjadi sentra bisnis utama setelah Jakarta yang menjembatani transaksi perekonomian di wilayah barat dan timur Indonesia.
 
“Kehadiran kami di lokasi baru ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kami untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis dan ekonomi di kota pahlawan ini,” imbuhnya.
 
Menurut Wahyu Adiguna, Head of Corporate Communications Bank Ekonomi, relokasi dilakukan setelah Idul Fitri 1436 H untuk meningkatkan silaturahim dengan nasabah. Letak lokasi baru tersebut lebih strategis yang diharapkan dapat memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.
 
Ia menyebutkan, Bank Ekonomi memiliki 97 kantor cabang yang tersebar di 31 kota di Indonesia mulai dari kota Rantau Prapat hingga Manado. Di Jatim terdapat 13 kantor cabang yaitu 11 kantor di Surabaya dan masing-masing satu di Sidoarjo dan Malang. Jumlah nasabah secara nasional sekitar 250 ribu. Dari angka ini, 30%-nya merupakan nasabah di Jatim. Sedangkan nasabah di Surabaya mencapai 80% dari nasabah di Jatim.
 
Wahyu mengatakan, pihaknya belum berencana untuk membuka kantor cabang baru pada tahun ini. Sebaliknya akan fokus pada potensi kantor-kantor cabang yang sudah ada.