Christine Hakim Raih Debut Anyar; Bintangi IBU-Maafkan Aku

Christine Hakim Raih Debut Anyar; Bintangi IBU-Maafkan Aku

XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Kabarindo- Tak perlu diragukan lagi memang akting dari sang senior, Christine Hakim.

Ia kini berperan sebagai IBU pejuang dengan profesi pemecah batu di pedesaan yang sukses mengantarkan cita dan asa anak-anaknya menjadi dokter dan pilot.

Christine ditemani oleh Ade Firman Hakim dan Meriza Febriani sebagai anak-anaknya dibawah arahan sineas Amin Ishaq yang mengaku sebagai karya perdananya.

"Ini film perdana saya dan semoga meraih tempat bagi penonton Indonesia yang siap mengugah peran serta seorang IBU dalam perjalanan karir seseorang. Terima kasih untuk OMI Pictures yang memercayakan saya dan bangga sekali bisa mendirect seorang legenda hidup, Christine Hakim," jelas Amin Ishaq humble kemarin didampingi oleh produser dari OMI Pictures, Faiz.

Film ini sarat akan pesan moral dimana sosok seorang ibu penting untuk zaman sekarang sering terlupakan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa perilaku anak zaman sekarang cenderung melupakan jasa seorang ibu. Film ini mengajak para anak-anak untuk lebih menghormati surga para generasi muda yakni, IBU.

Apalagi momentum Hari Pahlawan, 10 November menjadi tanggal mulai tayang film yang berdurasi tidak lebih dari 100 menit ini siap memberi inspirasi bagi semua.

Sinopsis Singkat:
IBU Hartini (Christine Hakim) membesarkan ketiga anaknya sendirian setelah suaminya meninggal. Dengan segala keterbatasannya, dia memperjuangkan hidup anaknya agar hidup mereka kelak tidak seperti dirinya. Menyekolahkan anak anaknya sampai tinggi menjadi mimpi yang harus diwujudkannya.

Bekerja sebagai pemecah batu kali menjadi pilihan terakhirnya agar bias terus bertahan hidup. Tuhan memberikan keringanan hidup kepada hartini berupa prestasi yang dicapai anak anaknya yaitu Banyu (SMA) dan Gendis (SMA), sedangkan Satrio masih SD.

Banyu tumbuh menjadi “Pilot” dalam keluarga ini. Sikapnya yang dominan seringkali (Gendis). Apalagi ketika Gendis mengenal seseorang yang dicintainya yaitu Panji. Konflik demi konflik mulai menghiasi hari hari keluarga ini.

Sampai pada satu titik dimana Banyu harus pergi ke Jakarta demi menggapai cita citanya dan kemudian Gendis terpaksa ditinggal oleh Panji laki laki yang dicintainya. Hartini mulai merasakan goyah yang kedua kali seperti dia ditinggal suaminya dulu. Terlebih ketika Gendis pun akhirnya memutuskan untuk meneruskan kuliah di Jogjakarta. Satrio menjadi satu satunya pelipur lara buat Hartini.

Waktu berjalan cepat hingga Banyu dan Gendis menjadi seorang yang diimpikan oleh Hartini. Banyu menjadi seorang Pilot dan Gendis menjadi seorang dokter. Mereka kembali kepelukan Hartini dengan kebahagiaan dan kebanggaan.

Tapi apakah itu arti kebahagiaan sesungguhnya buat Hartini?
Apa sesungguhnya yang diinginkan oleh Hartini ?

Rahasia apa yang selama ini disimpan Hartini kepada Banyu dan Gendis?


Jangan Lupa Saksikan di bioskop mulai 10 November 2016