DKI Punya Busway Diesel; Sumbangan CSR Pihak Swasta

DKI Punya Busway Diesel; Sumbangan CSR Pihak Swasta

Jakarta, Kabarindo- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mendapatkan sumbangan puluhan bus Transjakarta dari program corporate social responsibility (CSR) berbagai perusahaan.

Bus Transjakarta tersebut tidak menggunakan bahan bakar gas (BBG) melainkan solar karena bermesin diesel.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan sejumlah bus berbahan bakar solar tersebut akan datang pada 2014. Ahok menjelaskan, pihaknya menerima bantuan CSR karena hingga kini Pemerintah tak kunjung membantu menyelesaikan permasalahan kebutuhan BBG bagi bus Transjakarta.

“Ya karena pusat tidak juga bantuin kami menyediakan BBG, ya sudah kami pakai solar saja. Ini nggak beli lho, ini sumbangan, CSR dari perusahaan. Sekarang diesel itu ada di Euro 2, Euro 3. Bus ini lebih ramah lingkungan, soal harga mahal kan urusan kedua lah,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (26/11).

Mantan Bupati Belitung Timur ini, menyatakan belum tahu pasti berapa jumlah bus berbahan bakar solar yang akan diberikan. Namun, ditegaskannya, bus tersebut akan mengoperasikannya di jalur Transjakarta, dan memasang pelat merah di bus tersebut.

Menurutnya, harga BBG sebesar Rp 3.100 per liter setara premium (LSP) telah disubsidi pemerintah karena harga awalnya sekitar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per LSP. Pada era Gubernur DKI Sutiyoso, pemakaian BBG dipilih karena cadangan gas di Indonesia lebih banyak dan lebih ramah lingkungan.

“Gas lebih murah dan cadangan gas masih banyak. Tetapi kalau kita hitung kemampuan pemerintah pusat membuat SPBG, bangun jaringan pipa segala macam. Mungkin tiga tahun paling cepat SPBG bisa beroperasi. Kalau nunggu tiga tahun, artinnya kita mau nunggu deadlock dulu jalanan?,” ujarnya.

Karena itu, Pemprov DKI tidak mau menunggu selama tiga tahun. Pihaknya tidak mau menunggu jalan di Jakarta terjadi kemacetan total hanya karena SPBG belum juga terbangun. Dia pun mengambil langkah kebijakan sendiri meminta CSR perusahaan untuk memberikan bus meski berbahan bakar solar.

“Memang berdasarkan perda, kita harus beli bus yang ber-BBG. Ya sudah, gue nggak mau beli. Gue minta CSR semuanya. Silakan pasang iklan di bus. Lebih mahal mana tiga tahun kita beli solar atau biarin semua orang macet di seluruh Jakarta,” tuturnya seperti dilansir dari laman beritasatu.