Duta Bangsa Indonesia; Ikut The 43rd Ship For Southeast Asian-Japanese Youth Program

Duta Bangsa Indonesia; Ikut The 43rd Ship For Southeast Asian-Japanese Youth Program

Jakarta, Kabarindo- Kabar dari KBRI Bangkok akhir pekan.

Ekspresi bahagia dan bangga langsung tercermin dari raut wajah Toferry Primanda Soetikno, Wakil Kepala Perwakilan RI di Bangkok, ketika menyaksikan 29 pemuda dan pemudi Indonesia menuruni tangga kapal Nipon Maru yang baru saja merapat di pelabuhan Bangkok pada siang hari tanggal 18 Nopember 2016 kemarin.

Maklum, para pemuda-pemudi Indonesia tersebut tampak menonjol dibandingkan para pemuda-pemudi dari negara ASEAN lainnya dan Jepang yang saat itu tiba bersamaan di Bangkok.

Para pemuda-pemudi tersebut tiba di Bangkok sebagai bagian dari muhibah Program Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang ke-43 (the 43rd Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program). Kapal Pemuda Nipon Maru berangkat dari Jepang menuju Vietnam pada 4 November 2016 dan dilanjutkan menuju Thailand pada 11 November 2016. Pada tanggal 21 November 2016, Kapal akan berangkat menuju Singapura dan selanjutnya ke Indonesia. Dari Indonesia, tanggal 5 Desember 2016, Kapal akan kembali ke Jepang. 

Tidak seperti rombongan pemuda-pemudi negara lainnya yang berseragam, berjalan dan berbaris “biasa saja”, keduapuluhdelapan peserta Indonesia berseragam lebih rapi dan lengkap dengan peci hitam tersemat lambang Garuda, serta berjalan dan berbaris dengan lebih teratur dan tegap. Tak ketinggalan, pakaian berwarna hitam yang dikenakan para pemuda Indonesia pun mencerminkan rasa duka cita dan simpati kepada rakyat Thailand yang masih dirundung duka atas mangkatnya Raja Bhumibol Aduljadej.

Tak heran, jika pandangan para tamu kehormatan dan undangan seolah tak berkedip terus mengikuti langkah rombongan pemuda Indonesia dari mulai anak tangga kapal sampai tempat barisan Indonesia di lapangan upacara.Tepukan hadirin pun bergemuruh lebih keras, termasuk dari Menteri Pembangunan Sosial dan Kemanan Manusia Thailand dan para Duta Besar serta wakil Perwakilan negara ASEAN lainnya.

Penasaran terhadap penampilan para pemuda-pemudi Indonesia tersebut, dan sekaligus untuk mengukuhkan perasaan bangganya, Toferry mencari tahu lebih jauh mengenai sikap, perilaku dan kemampuan pemuda Indonesia selama mengikuti program tersebut mulai di Jepang dan dalam perjalanan Kapal Nipon Maru menuju Vietnam dan Thailand.
Hasilnya, kebanggaan Toferry sangat terkukuhkan. Tak tanggung-tangung, dua orang panitia dari Jepang yang ikut mengatur Program tersebut, langsung mengangkat dua jempol tangan sembari mengucapkan kata excellent ketika dimintai tanggapannya  mengenai sikap,prilaku, dan kemampuan pemuda-pemudi Indonesia dalam menjalani program tersebut.  “Para peserta dari Indonesia paling disiplin dan sopan”, ujar Ms. Yuka Suzuki kepada Toffery Primanda disela-sela makan malam penyambutan oleh Wakil Perdana Menteri Thailand, Narong Pipatanasari. “Para peserta Indonesia juga kompak dan kreatif,” tambah Ms. Mie Takenaka.
“Panitia dan peserta negara lainnya kagum ketika kami bangun paling pagi untuk melaksanakan solat subuh dan olah raga bersama”, terang Yodi Dermawan Dasuki, Ketua Nasional rombongan Indonesia pada program tersebut. “Mereka juga mengagumi kemampuan para peserta Indonesia ketika memberikan presentasi dalam Bahasa Inggris mengenai “Bhineka Tunggal Ika” dan sekaligus memperagakan berbagai pakaian tradisional Indonesia,” tambah Yudi.
Pada Program Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang kali ini, masing-masing negara anggota ASEAN peserta mengirim 29 pemuda-pemudi. 29 peserta Indonesia yang dinamakan Garuda 43 dipilih dari 300 pelamar dari seluruh provinsi di Indonesia melalui proses seleksi yang sangat ketat mencakup tes tertulis dan wawancara materi pengetahuan umum dan kebangsaan dalam Bahasa Inggris, serta tes kejiwaan. Para peserta Indonesia terdiri dari para mahasiswa dan lulusan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. “Kami bersyukur dapat mengikuti Program ini, karena dapat memperluas wawasan dan pergaulan kami”, ujar Siriwai Kuwei, salah seorang pemuda peserta dari Papua Barat.
Para pemuda Indonesia peserta Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang memang diharapkan menjadi duta bangsa yang membanggakan Indonesia sebagaimana dipesankan A.M Fachir, Wakil Menteri Luar Negeri, pada saat memberikan pengarahan kepada para peserta sebelum bertolak ke Jepang.