Ekspedisi NKRI 2014; Usai

Ekspedisi NKRI 2014; Usai

Jakarta, Kabarindo- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman selaku Inspektur Upacara pada Upacara penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 di Pusdikpassus Batujajar, Bandung, kemarin Jumat ( 27/6/2014).     

Ekspedisi NKRI 2014 yang menjelajah Maluku dan Maluku Utara  ini melibatkan 832 orang, sejak tanggal 6 Februari hingga 26 Juni 2014 terdiri dari TNI, Polri, Perguruan Tinggi, Pemda dan tenaga ahli serta segenap masyarakat.

Dalam amanatnya, Kasad mengatakan Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 merupakan program lintas sektoral antara Kemenko Kesra bekerjasama dengan TNI, Kementerian/lembaga terkait, Polri, LIPI, Perguruan Tinggi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, Pemda dan segenap masyarakat. Selain itu esensi daripada kegiatan Ekspedisi NKRI adalah membangun sinergitas kerjasama TNI, Polri, kementerian/kelembagaan bersama Pemda. Dalam kegiatannya  meliputi penjelajahan telah menempuh sejauh 3345 km.         

Dalam kegiatan tersebut tim jelajah telah mendata tempat dropping zone penerjunan, pendaratan heli, landing zone dan pantai pendaratan amphibi.

Sampai dengan berakhirnya Ekspedisi ini, tim telah menghimpun dan mendata beberapa temuan. Bidang penelitian flora telah mendata  sebanyak 993 temuan koleksi dan fauna mendata sebanyak 969 temuan koleksi.  Bidang Geologi mendata 318 temuan terdiri golongan A (gas alam, minyak bumi, batubar) sebanyak  31 temuan, golongan B (emas, pasir besi, jenis batuan, mangan) sebanyak 55 temuan dan golongan C (mika, batu kapur, dolomite, kalsit, batu gamping) sebanyak 180 temuan dan sedang dalam identifikasi sebanyak 52 sample. Sampai saat ini sample-sample tersebut dalam proses identifikasi di LIPI dan Universitas Gajah Mada.

Bidang potensi bencana telah mendata 164 temuan, bidang kehutanan 359 temuan dan  melakukan reboisasi dengan menanam pohon sebanyak 603.300 batang pohon dan bidang sosial budaya mendata 938 temuan.           

Bidang komunikasi sosial telah melaksanakan kegiatan fisik sebanyak 183 kali (pengobatan massal, pembuatan jembatan gantung, renovasi sekolah, renovasi tempat ibadah, pemasangan solar cell) sedangkan kegiatan non fisik sebanyak 259 kali kegiatan (mengajar, memberikan wawasan kebangsaan, sosialisasi dan penyuluhan kesehatan). Ekspedisi sebelumnya yaitu pada tahun 2011 di wilayah Sumatera, tahun 2012 di Kalimantan dan pada tahun 2013 di Sulawesi. Untuk selanjutnya rencana Ekspedisi NKRI 2015 akan dilaksanakan di wilayah Nusa  Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.