Elpiji 3 Kg Laris Manis; Pemerintah Siap Tambah Pasokan

Elpiji 3 Kg Laris Manis; Pemerintah Siap Tambah Pasokan

Jakarta, Kabarindo- PT Pertamina (Persero) akan menambah pasokan elpiji subsidi 3 kg sebagai antisipasi peningkatan permintaan setelah kenaikan harga elpiji 12 kg mulai 1 Januari 2014.

Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Pertamina Ali Mundakir dalam rilis di Jakarta, Sabtu mengatakan, akibat kenaikan elpiji 12 kg, berpotensi menimbulkan migrasi sebagian konsumen elpiji 12 kg ke 3 kg.

"Mencermati kondisi terkini, Pertamina akan menambah pasokan elpiji subsidi 3 kg untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan," katanya.

Menurut dia, berdasarkan pemantauan, potensi gejolak harga dapat diminimalkan menyusul pemasangan spanduk patokan harga di semua agen elpiji nonsubsidi 12 kg.

Oleh karena itu, Pertamina memperluas pemasangan spanduk pada agen elpiji subsidi 3 kg.

Ali juga mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan SPBU sebagai tempat penjualan elpiji 3 kg dan 12 kg untuk mempermudah masyarakat.

"Jika diperlukan, Pertamina juga siap melakukan operasi pasar," ujarnya.

Untuk mencegah, penimbunan dan pengoplosan elpiji, Pertamina akan menggelar operasi gabungan dengan aparat kepolisian di seluruh Indonesia.

"Kalau ada agen terbukti menjual elpiji di atas ketentuan yang ditetapkan Pertamina, melakukan penimbunan, bahkan pengoplosan, maka Pertamina akan memperberat sanksi berupa pemutusan hubungan kerja secara langsung," katanya.

Pertamina per 1 Januari 2014 menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen untuk mengurangi kerugian bisnis bahan bakar nonsubsidi yang rata-rata Rp6 triliun per tahun.

Harga elpiji sampai di pangkalan yang sebelumnya Rp5.850 per kg naik Rp3.959 menjadi Rp9.809 per kg.

Dengan demikian, per tabung 12 kg, harganya naik dari Rp70.200 menjadi Rp117.708 per tabung.

Setelah ditambah biaya distribusi dan pengisiian elpiji, maka harga elpiji sampai ke konsumen menjadi Rp130.000-Rp140.000 per tabung.

Besaran kenaikan di tingkat konsumen itu akan bervariasi berdasarkan jarak stasiun elpiji ke titik serah lalu ke konsumen.

Pertamina menghitung setelah kenaikan harga maka kerugian bisa ditekan menjadi tinggal sekitar Rp2 triliun seperti dilansir dari laman antaranews.