Empat Harpist Indonesia; Sukses Hibur Publik Surabaya

Empat Harpist Indonesia; Sukses Hibur Publik Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Empat harpist (pemain harpa) terkenal Indonesia tampil bersama di acara Kaleidoskop 3 Generations of Indonesian Harpists di ballroom Sheraton Hotel & Towers Surabaya kemarin.
 
Sebelum tampil di Surabaya, mereka manggung di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, pada 11 Agustus lalu.
 
Keempat harpist tersebut adalah Maya Hasan, Lisa Gracia, Rama Widi dan Jessica Sudarta. Mereka bisa dibilang maestro harpa Indonesia yang memiliki kaitan guru dan murid.
 
Dalam preskon yang dihadiri Lisa, Rama dan Jessica, mereka mengaku sangat senang bisa tampil bersama Maya. Ini kesempatan emas yang langka, yang dapat menyatukan mereka dalam satu pertunjukan.
 
Acara ini terwujud berasal dari keinginan bersama. Menurut Lisa Gracia, harpist dari Jakarta, pertunjukan tersebut terinspirasi setelah melihat pertunjukan harpa Dutch Harp Festival di Belanda pada Februari lalu yang menampilkan empat harpist. Mereka kemudian mencetuskan ide serupa untuk bermain berempat di Indonesia.
 
Selain itu, mereka juga mempunyai misi untuk memperkenalkan harpa kepada masyarakat luas, mengingat alat musik ini masih tergolong asing bagi orang awam. Banyak yang pernah mendengar atau membaca tentang harpa, namun mungkin hanya sedikit yang pernah melihat alat musik ini dimainkan.
 
Jessica Sudarta, harpist asal Surabaya berusia 16 tahun, juga menyatakan sangat senang bisa tampil satu panggung bersama para gurunya. Ini merupakan kesempatan yang berharga.
 
“Pertunjukan ini merupakan impian saya yang terwujud. Saya merasa terhormat bisa tampil bareng guru-guru saya. Saya bisa seperti sekarang karena bimbingan mereka. Saya banyak belajar dari mereka semua,” ujarnya antusias.
 
Dalam pertunjukan di Surabaya, Maya, Rama, Lisa dan Jessica membawakan 12 lagu yang dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, masing-masing harpist bermain tunggal membawakan lagu-lagu klasik sebanyak enam lagu. Untuk sesi kedua, mereka tampil bareng memainkan dua lagu klasik dan empat lagu populer.
 
Sesi pertama diawali Jessica yang memainkan How Great Thou Art aransemen Lisa dan La Source karya Alphonse Hasselmans, disusul Lisa yang membawakan Fantasy dari Tchaikovsky‘s Eugene Onegin karya Ekaterina Adolfouna Watter-Kuhne. Kemudian Jessica tampil lagi dengan Fire Dance karya Daniel Watkins disusul Rama yang memainkan Legende karya Henriette Renie yang diakhiri Maya membawakan Baroque Flamenco karya Deborah Henson Conant.
 
Pada sesi kedua, Jessica memainkan The Swan karya Camille Saint-Saens, kemudian Maya, Lisa, Rama dan Jessica tampil bersama membawakan Air On G String karya JS Bach, Heal The World yang dipopulerkan Michael Jackson, A Whole New World yang merupakan original sound track (OST) film Aladdin, Locked Out Of Heaven yang dipopulerkan Bruno Mars dan Cinta Sejati yang merupakan OST film Habibie-Ainun.
 
Lisa ikut mengaransemen dua lagu yaitu How Great Thou Art dan A Whole New World. Ia mengatakan, tidak mudah membuat aransemen lagu untuk empat harpist. Ini menjadi tantangan baginya, namun ia senang bisa mewujudkannya.