Express Group (TAXI); Sudah Punya 11.240 Unit

Express Group (TAXI); Sudah Punya 11.240 Unit

Jakarta, Kabarindo- PT Express Transindo Utama Tbk (“Perseroan”) telah
mempublikasikan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2015.

Dengan mengoperasikan 11.240 unit taxi reguler di Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Medan, Lombok, dan Padang sebagai unit bisnis utamanya, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 721,4 Milyar sampai dengan September 2015, mengalami kenaikan sebesar 13% bila dibandingkan dengan periode Q3Y2014.

Diantara perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015, Perseroan masih dapat membukukan peningkatan revenue, meskipun memang beban usaha Perseroan juga meningkat disebabkan adanya tambahan lini bisnis baru, dimana lini bisnis baru ini sedang diupayakan untuk ditingkatkan efisiensi dan efektivitasnya.

Merry Anggraini, GM Corporate Secretary Express Group, mengatakan bahwa “Kondisi pasar yang lesu saat ini memang berakibat pada penurunan daya beli masyarakat, disamping adanya persaingan yang semakin ketat dengan munculnya layanan transportasi berbasis aplikasi mobile. Dalam menghadapi kondisi saat ini, Perseroan sedang dalam proses mempersiapkan beberapa strategi inisiatif untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional serta optimalisasi dari seluruh aset yang dimiliki oleh Perseroan.”

Strategi inisiatif terkait akan dilakukan dalam beberapa langkah, seperti perlunya perbaikan serta peningkatan layanan kepada para pelanggan. Perseroan akan memperbaiki kualitas layanan dengan meningkatkan standar layanan dan kebersihan pada unit-unit taxi yang beroperasional untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pelangan.

Selain daripada itu, Perseroan juga sedang berupaya untuk meningkatkan sistem aplikasi untuk meningkatkan kontrol atas biaya dan aktivitas kendaraan, termasuk juga mempermudah pelanggan dalam melakukan pemesanan taxi. Perseroan senantiasa melakukan re-assessment terhadap setiap aset dan lini bisnis, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi aset Perseroan. Bilamana dari hasil re-assessment diketahui terdapat aset yang tidak dapat digunakan secara optimal, penjualan akan aset terkait akan dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan marjin Perseroan.

Dari sisi struktur pinjaman, Perseroan sedang melakukan evaluasi untuk mengoptimalkan utilisasi dari pinjaman tersebut. Perseroan meyakini dengan melakukan seluruh strategi inisiatif diatas, peningkatan atas kinerja Perseroan dapat senantiasa dilakukan.