FAO Sambut Hari Pangan Sedunia; Gelar Ajang Menggambar Bersama

FAO Sambut Hari Pangan Sedunia; Gelar Ajang Menggambar Bersama

Kebun Raya, Bogor, Kabarindo- Dalam rangka menyambut Hari Pangan Sedunia, yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, pagi ini dimulai pukul 08.00 WIB.

Para palajar tingkat SD dan SMA dari wilayah Bogor dan sekitarnya, mengikuti ajang menggambar Kontes Poster Peduli Pangan di kawasan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini, sengaja diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) untuk menyikapi dan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi dan situasi kebutuhan akan pangan di Indonesia.
Menurut FAO, lebih dari 75% masyarakat yang sangat miskin dan mengalami kekurangan gizi kronis pada negara-negara berkembang tinggal di daerah pedesaan.

Pekerjaan utama masyarakat pedesaan rata-rata berpusat pada bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Kehidupan masyarakat petani, nelayan dan pekerja pedesaan sebagian besar menghadapi tantangan yang cukup besar, seperti halnya keterbatasan akses pada alat produksi dan pelayanan dasar.

Belum lagi pengaruh para petani yang menghadapi kondisi perubahan iklim yang tidak bersahabat, sehingga keterbatasan ini, membuat mereka sulit untuk keluar dari situasi lingkaran kemiskinan.
Perlu kita ketahui bersama bahwa masyarakat pedesaan di Indonesia, hampir setengah dari total populasi penduduk, menghadapi kondisi yang rawan pangan. Dan kondisi yang lebih memprihatinkan lagi, kebanyakan masyarakat miskin pedesaan tidak memiliki perlindungan terhadap berbagai risiko yang amat mendasar dari kondisi yang akan terjadi, seperti kegagalan panen atau bahaya lain yang berdampak pada penghasilan mereka dan kondisi pangan dan gizi buruk yang tak kunjung terselesaikan.


Menyikapi hal tersebut, FAO menyoroti akan pentingnya perlindungan sosial untuk masyarakat miskin pedesaan, sebagai hal mendasar bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkesejahteraan.


Melalui konsistensinya, FAO dalam menyambut Hari Pangan Sedunia 2015, dan sebagai kegiatan yang rutin yang dilakukan dari tahun-ketahun, perwakilan Badan Pangan PBB (FAO) di Indonesia mengundang anak-anak sekolah tingkat SD sampai SMU di wilayah Bogor, untuk ikut turut berpartisipasi menuangkan keperhatinan dan menaruh kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat di wilayah pedesaan yang memiliki faktor keterbatasan tersebut.


Acara ini, kami selenggarakan, untuk membangun rasa kepedulian kita terhadap sesama kita yang kurang bisa menikmati kehidupan pangannya yang lebih baik, dan ini harus kita dukung dengan tindakan kita bersama sama dalam mencari jalan keluarnya, ujar Mr. Mark Smulders selaku Kepala Perwakilan FAO di Indonesia pada wawancara bersama dengan para awak media di lokasi acara, lapangan Astrid Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 29/08/2015.


Tema Hari Pangan Sedunia tahun 2015 ini, "Perlindungan Sosial dan Pertanian: Memutus Siklus Kemiskinan di Pedesaan" dan tema ini sekaligus menyerukan kepada semua pihak di dunia, untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan masyarakat miskin di pedesaan dan berupaya bersama-sama memberikan akses terhadap barang dan jasa yang dapat membantu mengubah nasib masyarakat pedesaan.

"Perlindungan sosial adalah sebuah perpaduan antara kebijakan, program dan intervensi yang bertujuan untuk melindungi masyarakat miskin dan rawan pangan, atau mereka yang rentan jatuh pada kondisi tersebut", ucap lanjut Mr.Mark Smulders.
Dengan partisipasi anak-anak SD-SMU dalam kegiatan ini, sekitar 100 anak pelajar berusia 5-17 tahun dari 40 sekolah di daerah Bogor, mengajak para pelajar untuk dapat mengekpresikan empati mereka terhadap kemiskinan dan merefleksikan cara-cara mereka untuk melawan kemiskinan dan kelaparan di negara mereka (Indonesia).


Save Food and Agriculture, pesan Mr.Mark Smulders menutup wawancara dengan awak media.


Mari ciptakan ketahanan pangan yang berdaulat......!!