Film Badoet; Siap Tayang 12 November

Film Badoet; Siap Tayang 12 November

Jakarta, Kabarindo- Ada pasti sudah tak sabar menanti film Badoet, bukan ?

Aktor Daniel Topan dan aktris Ratu Felisha beraksi kembali di dunia layar lebar. Namun keduanya berperan berbeda. Ratu sebagai pemain film, sedangkan Topan berlaku sebagai produser sekaligus pemain.

Sebagai jebolan New York Film Academy, Topan mencoba menyalurkan ilmunya untuk membuat sesuatu yang berbeda dengan membuat film berjudul Badoet. Menurutnya film Indonesia genre horor dan thriller terkesan monoton yang memperlihatkan keterbatasan ide dan kreativitas dari para sineas Tanah Air.

Lewat bendera Daniel Topan Films, Daniel Topan, selaku produser mendapuk Awi Suryadi untuk menyutradarai film berjenis thriller ini. Ia pun mengajak Ratu yang sekitar tiga tahun sempat menghilang dari film ayar lebar.

"Film ini sebagai bentuk comeback-nya sahabat saya Ratu Felisha ke layar lebar. Anda bisa lihat para pemainnya semua berkelas,” katanya di Jakarta, Senin (2/11). Di film yang akan mulai tayang 12 November 2015 itu Ratu beradu peran dengan Marcel Candrawinata, Christoffer Nelwan, Daniel Topan, Aurelie Moeremans, Tiara Westlake, dan Ronny P Tjandra.

Menurutnya, hal ini awal misi bagi dia untuk membuat industri film nasional semakin berenergi. Seperti terwakili kegelisahannya melihat mutu dan kemasan film horor nasional, yang berlarut larut melorot kebawah.

Daniel pun mengurai angan yang sempat dibenamkannya untuk berekspresi demi melahirkan karya bermutu. Film ini menjadi debut Daniel di bangku produser lewat bendera Daniel Topan Films.

“Film Badoet bukan horor hantu-hantuan atau sejenisnya yang menjengkelkan dan membosankan. Di film ini saya padukan unsur drama, friendship, thriller, ketegangan dan kekerasan. Dan inilah sebuah taste, yang nantinya akan sangat dinikmati penonton film kita,” ungkapnya.

Film Badoet akan menyuguhkan atmosfer berbeda dengan kebanyakan film bergenre sejenis di Indonesia. Daniel pun sangat berhasrat untuk membuat sebuah karya ciptaanya yang dibalut ide brilian kemasan Hollywood, serta sepuhan kualitas film yang berbobot.

“Badoet kami garap dengan total, dengan biaya miliaran rupiah. Setidaknya saya telah berusaha meyakinkan penonton kita bahwa saya datang dengan kualitas,” tutup dia seperti dilansir dari laman beritasatu.