Fujitsu Targetkan Tumbuh 20%; Untuk Tahun 2014

Fujitsu Targetkan Tumbuh 20%; Untuk Tahun 2014

Lombok, Kabarindo- Kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika membuat Fujitsu Indonesia menargetkan pertumbuhan pada 2014 sekitar 20 persen.

Target pertumbuhan ini dipatok lebih kecil dari pencapaian pertumbuhan 2013 sekitar 23 persen. Namun demikian, pertumbuhan bisnis Fujitsu masih lebih tinggi dari pertumbuhan industri TI sekitar 10,1 persen.

"Strategi pengembangan bisnis Fujitsu telah mendorong terjadinya pertumbuhan bisnis yang signifikan," kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia , Achmad. S Sofwan di acara Fujitsu Media Gathering di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ekonomi Indonesia pada 2014, lanjut dia, diperkirakan masih tumbuh lebih baik dari India dan Tiongkok diatas 5,8-5,9 persen. Belanja IT 2014 berdasrkan International Data Corporation (IDC) diperkirakan tumbuh 14,9 persen dengan nilai sekitar US $ 15 miliar. Ini berarti lebih besar dari Thailand yang tumbuh sekitar 11,8 persen dengan nilai sekitar US $ 10,4 miliar.

"Indonesia tetap pasar potensial karena pertumbuhan belanja TI, di negara lain hanya single digit. Tidak heran banyak vendor asing masuk ke Tanah Air menjual produk dan solusi TI," ujar Achmad.

Tahun 2014, cloud, konsumerisasi TI, enterprise social, dan Big Data akan menjadi tren utama yang mengemuka. Menurut dia, adopsi cloud di Tanah Air agak lambat. Hal ini disebabkan adanya persepsi cloud belum sepenuhnya aman untuk menyimpan data.Selain itu, ada pandangan dari pelaku bisnis yang merasa nyaman jika di kantor ada server fisik.

"Karena itu, layanan softaware as a service lebih berkembang dari infrastructure as a service," katanya.

Konsumerisasi TI dan enterprise social berkembang dengan pesat. Sikap konsumen akan banyak dipengaruhi social media sehingga perusahaan banyak yang menggunakannya sebagian bagian social consumer strategy.

Perkembangan serupa juga terjadi pada Big Data, dimana sekitar 90 persen data diperkirakan akan dianalisa untuk strategi bisnis perusahaan. Bertumbuhnya bisnis akan berdampak pada meningkatnya data bisnis yang harus dikelola. Karena itu, kebutuhan akses dan pengelolaan data dari mana pun akan diakomodasi oleh layanan berbasis cloud.

Di sisi lain, perilaku pebisnis atau profesional semakin mobile. Dengan demikian, perangkat mobile untuk mengakses informasi personal dan bisnis serta ingin terkoneksi dimanapun. "Perusahaan perlu memiliki solusi untuk pengelolaanya termasuk terjaganya keamanan data kritikal," ujar Achmad.

Bisnis 2014

Achmad mengatakan. Fujitsu memiliki portofolio bisnis yang dihadirkan oleh unit bisnisnya yaitu application services, enterprise solutions, infrastructur service & solutions, dan managed services.

Layanan TI service di Indonesia, kata dia, terus bertumbuh, meski dibandingkan negara lain pertumbuhan belum signifikan. Layanan ini di Indonesia kontribusinya terhadap total pendapatan sekitar 10 persen sedangkan di Piliphina sekitar 20 persen.

"Ini pekerjaan rumah bagi pelaku bisnis TI di Indonesia, sebab layanan service ini merupakan indikator adopsi TI suatu negara," katanya.

Untuk 2014, kata dia akan memperkuat layanan TI services, memperkuat saluran distribusi penjualan dan kemitraan, dan kapitalisasi solusi TI Fujitsu yang unik . Selain itu, Fujitsu akan meningkatkan penetrasi di pasar solusi TI untuk UKM.

"Edukasi terhadap solusi TI cerdas masih dibutuhkan karena penetrasi masih rendah. Kami melihat dari sisi bisnis peluangnya masih besar," ujar Achmad  seperti dilansir dari laman beritasatu.