Gunungan Salak Setinggi 6 Meter; Meriahkan Upacara Adat Pager Bumi

Gunungan Salak Setinggi 6 Meter; Meriahkan Upacara Adat Pager Bumi

Sleman, Kabarindo- Upacara Adat Pager Bumi “Sedekah Sapar Rebo Wekasan” yang digelar oleh masyarakat Pulesari Wonokerto Turi Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Minggu 5 Januari 2014 silam berlangsung meriah dan hikmat.

Sekitar 2.000-an lebih masyarakat Pulesari dan sekitarnya turut memeriahkan dan menyaksikan kirab budaya yang melibatkan kirab bregada prajurit Pager Bumi, kirab pusaka, kirab gunungan salak, gunungan wuluwetu, gunungan kupat dan gunungan ambengan. Demikian dikatakan Ketua Penyelenggara Upacara Adat Pager Bumi Sarjono, Minggu 5 Januari 2014 usai acara tersebut berlangsung.

Sarjono menambahkan bahwa kirab budaya yang dilaksanakan dari  halaman masjid Darussalam menuju ke Makam Pulesari dengan jarak 1,5 km cukup memukau dan menarik perhatian pengunjung. Berbagai potensi seni dan budaya  berpartisipasi memeriahkan kirab budaya tersebut, yang meliputi Bregada Pager Bumi, pasukan pembawa Tombak Kyai Pule, pasukan pembawa Keris Kyai Panjolo, pasukan pembawa Mustoko tinggalan Kyai Somonawi, pasukan pembawa gunungan wulu wetu, pasukan pembawa gunungan kupat, pasukan pembawa ambengan, dan bregada tani.

Dalam kesempatan tersebut gunungan salak seberat 4 (empat) kuintal setinggi 6 meter, gunungan wulu wetu, gunungan kupat, dan gunungan ambengan diperebutkan oleh pengunjung dan menjadi daya tarik tersendiri yang menyedot perhatian pengunjung.

Upacara Adat Pager Bumi “Sedekah Sapar Rebo Wekasan” dimaksudkan sebagai bentuk ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat yang diberikan kepada warga masyarakat setempat. Selain itu juga sekaligus untuk memperingati Khoul Nyai Pulesari dan Kyai Ahmad Nurrohman.

Kepala Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman saat menghadiri upacara adat tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan upacara adat pager bumi diharapkan akan dapat memperkuat keberadaan Pulesari sebagai sebuah desa wisata yang mengedepankan pada pelestarian budaya dan tradisi. Upaya pelestarian budaya dan tradisi yang ada di masyarakat lokal akan meningkatkan dan memperkuat hubungan antara sesama manusia, antara manusia dan alam serta antara manusia dengan Tuhan.

Oleh karenanya ia berharap agar kedepan warga masyarakat Pulesari dapat lebih bersemangat dan bersatu padu dalam mempertahankan tradisi budaya Upacara Adat Pager Bumi maupun dalam mengelola kawasannya sebagai sebuah desa wisata. Sehingga diharapkan kedepan desa wisata Pulesari dapat berkompetisi positif dengan desa wisata yang lain serta mampu melakukan percepatan dalam pengembangannya dengan memiliki dan mengelola potensi lokal yang tidak ada ditempat lain. Diharapkan desa-desa wisata di Kabupaten Sleman dapat berkembang terus dan tidak terkesan monoton dan stagnan dalam perkembangannya sehingga ke depan akan destinasi yang memiliki keunggulan kompetitif maupun keunggulan komparatif.
Sementara itu wisatawan asal Bangladesh Sohelrana mengungkapkan ketertarikannya terhadap upacara adat pager bumi tersebut. Menurutnya tradisi budaya tersebut dinilai unik dan menunjukkan kebersamaan yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat. Begitu pula wisatawan asal Thailand Rosnila juga terkesima dengan kemasan upacara adat tersebut yang diselenggarakan dengan khikmat dan menampilkan hal-hal yang menurutnya cukup unik yang tidak ditemui di negaranya.