Halaqoh Bersatu Gandeng Islamic Union Hong Kong; Gelar Dakwah Di Christmas Day

Halaqoh Bersatu Gandeng Islamic Union Hong Kong; Gelar Dakwah Di Christmas Day

Chaiwan, Hong Kong, Kabarindo- Saat Chrismas Day di negeri beton beberapa aktivis sholehah.

Para muslimah Buruh Migran Indonesia-BMI yang dipimpin oleh Bunda Sri, Bunda Weri, Bunda Ninik bersama dengan 200-an.

Tampak sedari pagi sudah berkumpul di depan Masjid Ammar, Wan Chai bersama dengan Islamic Union yang dipimpin oleh Al-Ust. Muhaimin sebagai pembina Himpunan Sosial Aktivis Sholehah- Halaqoh Hong Kong.

25 Desember 2013 adalah tanggal merah dan kebanyakan para BMI Hong Kong dan Macau memperoleh libur dan menarik ada yang memanfaatkan dengan berorganisasi dan saling memberi manfaat dengan dakwah.

Bersama-sama menuju masjid Chai Wan yang berada di atas bukit dengan latar belakang pemakaman muslim diisi oleh acara relay dakwah dari para ustadz dari Islamic Union berbahasa Inggris dan Kantonis serta Arab dengan audiens para muslim dan muslimah yang ada di Hong Kong dan Macau.

Tentu saja kehadiran para muslimah Halaqoh Bersatu menambah semarah dengan siraturahmi seluruh WNI yang menetap di Hong Kong. Ada yang menarik karena diikuti oleh BISA Care.

Bisa Care yang diinisiasi memasuki tahun ke-4 di kunjungan ke-9 ini bersama dengan Anna Amaliyah Agus, SE, MBA kandidat Doktor FE UI yang sedang melakukan penelitian inklusif Finance dengan objek penelitian Domestic Helper yang ada di Hong Kong dan Macau.

Bersama dengan Harry Samputro, SH selaku Pimred tabloid Kabarindo- Kabar Baik dari Indonesia, koran berbahasa Indonesia yang akan beredar terbatas di Hong Kong dan Macau.

Acara berlangsung khidmat dan selepas Sholat Dhuhur melanjutkan kelas motivasi dan workshop kewirausahaan dengan bagi-bagi buku dan film JokoWI di lantai 8 Masjid Ammar, Wan Chai.

"Muslimah para BMI sangat rajin dan santun berdakwah dengan sesama serta non muslim dimanapun mereka berada. Tidak sedikit majikan atau anak-anak muda Hong Kong masuk Islam termasuk para TKW asal Filipina yang tertarik dan masuk Islam. Keberadaan Halaqoh para BMI sangat didukung oleh Islamic Union dan memang pemerintah Hong Kong membolehkan domestic helper untuk berorganisasi agar memperoleh pembekalan dan memperoleh kegiatan positif saat libur," pungkas Ust. Muhaimin penerima Bisa Award 2011 mantap.

Sementara itu Bunda Sri sebagai host dari Halaqoh Rabu mengaku senang dan bangga dapat melakukan perjalanan dakwah pas di hari Natal kaum Nasrani dimana kaum muslimin juga harus menghargai dan mengenal keberadaan Nabi Isa As yang disebut Al-Quran.

Paling tidak sebagai bukti toleransi beragama serta memberikan liburan yang bermanfaat acara ditutup dengan syukuran barbeque dengan makanan khas Timur Tengah dengan pemandangan elok diiringi deru gemerincik air pegunungan yang jernih membuat liburan asyik bagi para BMI.

"Kami semua berkumpul untuk saling mengingatkan satu sama lain serta memberi manfaat agar sepulang ke tanah air. BMI dapat membuka lapangan pekerjaan dan terpenting membantu perekonomian desa serta menjadi inspirator bahwa lebih baik bekerja di tanah air ketimbang menjadi TKW," jelas lugas Bunda Sri yang diaminkan oleh rekan lainnya.

Bisa Care tak terasa sudah memasuki tahun ke-4 merangkul seluruh aktivitas keagamaan, ekonomi kreatif, seni budaya dan kewirausahaan para BMI berbagai organisasi atau komunitas yang hampir 100 buah.

Penhujung tahun juga menjadi momentum mengedarkan Koran Kabarindo untuk pertama kalinya di Hong Kong dan Macau.


Bravo BMI..................!