Hari Konsumen 2016; Diperingati Kemendag RI

Hari Konsumen 2016; Diperingati Kemendag RI

Jakarta, Kabarindo– Menteri Perdagangan (Ad Interim) Sofyan A. Djalil hari ini melepas sekitar 2.000 peserta jalan sehat memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas) di kantor Kementerian Perdagangan, di Jl. M. Ridwan Rais No 5 Jakarta Pusat, Minggu (17/4).

Dalam pesannya, Sofyan minta masyarakat mengetahui dan menyadari hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

"Saat ini Pemerintah sedang menggalang program gerakan hidup sehat. Jika program ini berhasil dalam jangka waktu lima tahun, maka sebanyak 50% pesakitan akan berkurang.

Artinya, kebutuhan terhadap obat dan rumah sakit juga akan ikut berkurang," tutur Sofyan A. Djalil. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini menggantikan sementara Menteri
Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, yang kini sedang bersiap melakukan perundingan
perdagangan dan investasi ke sejumlah negara Uni Eropa.
Menurut Sofyan, untuk mewujudkan perlindungan terhadap konsumen ada tiga pihak yang
bertanggung jawab. Pertama, konsumen itu sendiri. "Konsumen harus peduli dengan apa yang
dibeli," jelasnya.
Kedua, produsen besar yang merugikan konsumen dan tidak memenuhi syarat harus dipenjarakan.
"Kita perlu membedakan antara produsen besar dan produsen kecil. Untuk produsen kecil harus
dilindungi dan dibina karena faktor ketidakmampuannya," imbuhnya.
Ketiga, unsur Pemerintah seperti Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Badan
Pengawasan Obat dan Makanan, dan lainnya. "Dengan pendekatan yang komprehensif dapat
menjadikan masyarakat yang sehat yang mengkonsumsi produk dalam negeri," tutur Sofjan.
Jalan sehat mengambil rute Kemendag – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Thamrin – Jalan
Kebon Sirih – Kemendag, dengan jarak tempuh sekitar 3,5 km. Selain dari keluarga besar
Kemendag, peserta berasal dari masyarakat umum dan sejumlah komunitas dari Jakarta dan
sekitarnya.
Tema Peringatan Harkonas 2016 adalah “Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri dan Cinta Produk
Dalam Negeri”. Harkonas memilih subtema “Konsumen Cerdas dengan Nasionalisme Tinggi
Menggunakan Produk Dalam Negeri”.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Syahrul Mamma
menjelaskan konsumen cerdas harus mampu melindungi dirinya dari barang atau jasa yang
merugikan.
”Konsumen yang cerdas tentunya hanya membeli produk-produk yang sesuai ketentuan dan mengutamakan penggunaan produk dalam negeri," ungkapnya.
Penggunaan produk dalam negeri yang sesuai dengan ketentuan akan meningkatkan daya saing dan perekonomian bangsa. Pada akhirnya, penggunaan produk dalam negeri diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Syahrul menyampaikan dua hal untuk meningkatkan kesadaran konsumen. Pertama, sebagai konsumen cerdas, konsumen harus berani menolak produk yang mengandung bahan berbahaya dan berani mengadu apabila dirugikan. Kedua, konsumen harus memiliki nasionalisme tinggi untuk menggunakan produk dalam negeri.
Selain jalan sehat, peringatan Hari Konsumen Nasional juga dilakukan Pemerintah Daerah baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota. Peringatan ini diikuti para pelaku usaha, asosiasi, dan berbagai instansi. Sejumlah kegiatan dilakukan seperti seminar, pemasangan spanduk, serta iklan di berbagai media seperti televisi, surat kabar, dan online.
Sementara itu, acara puncak perayaan Harkonas akan diselenggarakan pada 26 April 2016 di Lapangan Banteng. Presiden RI Joko Widodo diagendakan hadir untuk mencanangkan Strategi Nasional Perlindungan Konsumen. Selain itu, juga akan ada penandatangan nota kesepahaman (MoU) Edukasi Konsumen Cerdas dengan organisasi masyarakat dan perguruan tinggi, serta pameran Lembaga Pemberdayaan Konsumen dan Produk Dalam Negeri.