IFEX 2015; Siap Di Gelar

IFEX 2015; Siap Di Gelar

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong ekspor mebel nasional dengan mendukung Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2015.

Pameran ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta pada 12-15 Maret 2015 mendatang.

“IFEX merupakan platform efektif bagi promosi produk kayu berkelanjutan di Indonesia serta menjadi sarana kampanye potensi produk kayu berkelanjutan kita kepada dunia. Untuk itu bagi kami, perolehan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) adalah sebuah keharusan,” tegas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak pada peluncuran IFEX 2015 di kantor Kemendag, Jakarta, hari ini (Selasa, 15/7) kemarin.

Perdagangan dunia saat ini tengah bergerak ke arah perdagangan yang adil dan berkelanjutan. Permintaan akan produk-produk berkelanjutan mengalami peningkatan, termasuk produk mebel. Hal ini memaksa produsen produk kayu di Indonesia untuk menggunakan bahan baku yang terlacak legalitas asal usulnya serta menghasilkan keuntungan sosial dan ekonomis bagi lingkungannya. “Legalitas tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing, menekan pembalakan liar (illegal logging), mencapai pengelolaan hutan produksi lestari, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. SVLK juga sekaligus menjawab tantangan adanya tren dalam perdagangan kayu internasional yang memerlukan bukti legalitas,” ungkap Dirjen Nus.

Dirjen Nus melanjutkan bahwa tantangan ini tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga datang dari dalam industri mebel nasional. Oleh karena itu, industri mebel dan kerajinan nasional harus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitasnya.
“Kami melihat bahwa kebanyakan mesin-mesin industri mebel di Indonesia dibeli sekitar 20 hingga 30 tahun yang lalu karena periode tersebut merupakan periode keemasan dari sektor ini. Ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, serta revitalisasi teknologi dalam industri mebel dan komponen mebel di Indonesia seharusnya mampu meningkatkan kinerja sektor mebel dan kerajinan nasional,” ujar Dirjen Nus.
Industri mebel dan kerajinan Indonesia berperan secara strategis serta berkontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Lebih dari 500 ribu tenaga kerja langsung bekerja di industri ini ditambah 2,5 juta tenaga kerja tidak langsung dan tenaga kerja untuk industri pendukung.
“Melalui IFEX 2015, industri mebel dan kerajinan Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh. IFEX 2015 juga mendorong inovasi serta kreativitas perajin serta produsen dalam negeri agar dapat menghasilkan produk-produk unggulan bernilai tambah,” pungkas Dirjen Nus.
IFEX 2015 akan digelar dengan tema “Merging Local Traditions with Modern Touch”. Target transaksi IFEX 2015 sebesar USD 400 juta on the spot dan USD 800 juta untuk follow up order dari 600 peserta dengan jumlah 7.000 buyer.
Pameran merupakan pameran produk mebel dan kerajinan bertaraf internasional hasil kerja sama antara Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) dan PT. Dyandra UBM International. Diselenggarakan untuk pertama kali pada 11-14 Maret 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, IFEX 2014 berhasil meraup transaksi sebesar USD 1 miliar. Jumlah peserta IFEX 2014 adalah 400 perusahaan termasuk 39 perusahaan dari 12 negara asing (RRT, Taiwan, Belgia, Prancis, Amerika Serikat, Italia, Singapura, Afrika Selatan, Malaysia, Korea, Belanda, dan Austria), sedangkan buyer yang hadir sejumlah 6.113 orang.