Indonesia 2016; Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade Olahraga Rekreasi

Indonesia 2016; Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade Olahraga Rekreasi

Jakarta, Kabarindo- Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi.

Ia mengumumkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah olimpiade olahraga rekreasi atau "the 6th TAFISA World Sport for All Games 2016" di Jakarta, 6-12 Oktober 2016.

"Hal itu disampaikan Menpora dalam pidato pembukaan dalam acara the 24th The Association For International Sport for All (TAFISA) Congress 2015 di Budapest," kata staf Pensosbud KBRI Budapest, Yudhi Gunawan,kepada Antara di London, Sabtu.

Menurut Menpora, olahraga rekreasi itu termasuk di dalamnya olahraga tradisional Indonesia seperti Gobak Sodor, Egrang, Kelereng, Kasti, Petak Umpet dan permainan semi olahraga lainnya yang merupakan bagian dari olahraga rekreasi/non-kompetisi.

"Olahraga tradisional tidak hanya untuk peningkatan kebugaran jasmani masyarakat tetapi juga sebagai salah satu instrumen pembangunan karakter bangsa melalui revolusi mental, yang merupakan salah satu program utama Presiden Joko Widodo," katanya.

Di hadapan 3.000 peserta dan undangan yang hadir dari 73 negara termasuk Hongaria sebagai tuan rumah, Menpora menyampaikan kesiapan Indonesia baik secara teknis maupun non-teknis untuk menjadi tempat pelaksanaan TAFISA World Games 2016 di Jakarta.

Ia memperkenalkan kegiatan the 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 berlogo binatang Tarsisiusdi Indonesia itu saat membuka stan promosi di arena kongres TAFISA itu, bahkan delegasi dari Rusia menyampaikan pemberitahuan akan siap hadir dengan lebih dari 1.000 atlet.

Bersama Dubes RI untuk Hongaria, Ibu Wening Esthyprobo dan Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Hayono Isman, Menpora mengadakan pertemuan dengan Presiden Gerlev Physical Education and Sports Academy of Denmark, Prof. Finn Berggren membahas kerja sama peningkatan pembinaan olahraga di Indonesia.

TAFISA melibatkan lebih dari 110 negara peserta dan sampai saat ini yang telah menyampaikan konfirmasinya sebanyak 50 negara dan diperkirakan akan terus bertambah seperti dilansir dari laman antaranews.