Indonesia Bebas Rabies 2020; Awesome.....!

Indonesia Bebas Rabies 2020; Awesome.....!

Jakarta, Kabarindo- Penyakit rabies telah menjadi wabah di beberapa daerah di Indonesia seperti Bali, Maluku dan Sulawesi.

Penularannya berasal dari gigitan anjing, kucing, atau monyet yang terkena virus rabies.

Beranjak dari fakta inilah, pemerintah mencanangkan program Indonesia Bebas Rabies pada 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P, MARS, DTM&H, DTCE, selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL) Kemkes dalam acara diskusi media yang bertajuk "Kenali dan Lawan Rabies" di Hotel J.W. Marriot, Jakarta, Kamis (3/10), sekaligus memperingati hari Rabies Sedunia kelima yang jatuh pada 28 Sepetember lalu.

Ia mengatakan, bahwa rabies masih menjadi ancaman serius bagi dunia. Setiap tahun sekitar 55.000 orang di seluruh dunia, lanjut Tjandra Yoga, meninggal akibat virus yang menular melalui gigitan hewan yang memiliki virus rabies.

Di Indonesia sendiri, rata-rata kasus gigitan hewan rabies sebanyak 152 kasus per tahunnya yang tersebar ke sejumlah 24 provinsi.

Sementara itu, sebanyak 98 persen kasus menularnya rabies pada manusia disebabkan oleh anjing. Sedangkan, dua persen sisanya rabies disebabkan oleh kucing dan kera.

"Penyakit rabies yang paling utama disebabkan oleh gigitan anjing, dan yang paling berbahaya karena anjing sering kali menjadi hewan peliharaan manusia," jelasnya seperti dilansir dari laman beritasatu.

Menurut Tjandra Yoga, rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat, dan dapat mengakibatkan kematian.

Saat ini pemerintah tengah menggalakkan upaya-upaya untuk menurunkan angka kasus gigitan rabies pada manusia. Salah satunya dengan mensosialisasikan pencegahan penularan rabies pada manusia dengan vaksinasi baik sebelum maupun setelah terkena gigitan hewan rabies.

"Sosialisasi sudah dimulai beberapa tahun lalu, dan hasilnya berpengaruh positif terhadap penurunan jumlah kasus gigitan anjing rabies pada manusia. Bali contohnya, tahun 2010 ditemukan 82 kasus, lalu menurun tiap tahunnya dan pada 2013 ini belum ditemukan kasus gigitan hewan rabies pada manusia," tambahnya.

Pemerintah juga mengklaim telah melakukan pengawasan lalu lintas hewan, bahkan mengeliminasi hewan-hewan yang tertular virus rabies demi memutus rantai penularan rabies dari hewan ke manusia.