Indonesia Berkutat AEM Roadshow To Canada 2014; Awesome..!

Indonesia Berkutat AEM Roadshow To Canada 2014; Awesome..!

Jakarta, Kabarindo– Para Menteri Ekonomi ASEAN melakukan kunjungan ke Vancouver dan Toronto, Kanada pada 1-5 Juni 2014 dalam rangka ASEAN Economic Minister (AEM) Roadshow to Canada. Perjalanan ini merupakan bagian dari implementasi “Rencana Kerja ASEAN-Kanada 2012-2015” untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

“Kanada memang cenderung absen di Asia Tenggara selama beberapa dekade terakhir,” ujar Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Ed Fast. “Namun sejak tahun 2011, Pemerintah Kanada telah lebih aktif berpartisipasi di kawasan agar menjadi bagian dari perkembangan ekonomi di ASEAN,” tambah beliau. Dunia usaha maupun publik Kanada pada umumnya memang belum begitu mengenal ASEAN, hanya sebagian kecil saja yang telah beroperasi di ASEAN dan kini mereka tergabung dalam lembaga Canada-ASEAN Business Council (CABC).

Oleh karena itu, Roadshow yang mengusung tema “connectivity” ini merupakan upaya strategis ASEAN untuk mempromosikan peluang bisnis di ASEAN kepada mitra potensial di Kanada. Dalam perjalanan ini, AEM melakukan dialog baik dengan Pemerintah Federal, Pemerintah Provinsi British Columbia, berbagai pelaku usaha terkemuka dalam area energi, transportasi, telekomunikasi dan informasi, jasa keuangan, serta beberapa lembaga peneliti dan pengembangan teknologi mutakhir untuk energi terbarukan dan kesehatan.

Dalam beberapa sesi dialog sepanjang Roadshow, sejumlah perusahaan Kanada menyatakan rencana tindak lanjut yang akan mereka tempuh untuk ekspansi di ASEAN. Sebagai contoh, sejumlah anggota dari Asia Pacific Gateway Corridor Initiative (APGCI) menyatakan ketertarikannya pada peluang usaha di sektor penerbangan. “Potensi permintaan ASEAN atas pesawat terbang komersial single-aisle yang diproyeksikan berjumlah sekitar 3.080 unit dalam 20 tahun kedepan dengan market value USD 450 juta merupakan peluang bisnis yang tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja,” ujar salah satu anggota APGCI.

“Keragaman tingkat ekonomi 10 Negara di ASEAN merupakan kekuatan dan daya tarik tersendiri, dimana ASEAN menawarkan kesempatan bagi pelaku usaha kecil, menengah, maupun multinasional. Maka Pelaku usaha Kanada masih memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa bersaing dan memastikan tempatnya di ASEAN”, jelas Direktur Kerja Sama ASEAN Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, dalam konferensi pers yang digelar pada hari pertama Roadshow (2/6) di Vancouver.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, sebagai salah satu pembicara pada acara puncak Luncheon Asia Pacific Foundation Canada and CABC, yang dihadiri sekitar 100 pelaku usaha terkemuka Kanada, mendorong pelaku usaha Kanada untuk segera berpartisipasi dalam perkembangan perekonomian di ASEAN. “Dengan populasi sekitar 620 juta jiwa atau sama dengan 9% populasi dunia, dan lebih dari seperempatnya adalah usia produktif dan paham teknologi, ASEAN merupakan kawasan yang sangat menjanjikan sebagai destinasi investasi”, imbuhnya. Wamendag kemudian mempersuasi audiens dengan mengatakan “if you Think BIG, Think ASEAN!”.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden CABC Wayne Farmer menyambut seruan tersebut dengan menyatakan, “ASEAN memang merupakan kawasan yang memiliki pertumbuhan ekonomi sangat cepat dengan rekam jejak yang baik dalam upaya peningkatan iklim investasi melalui forum ASEAN. Ini semakin mendorong atensi anggota CABC untuk melipatgandakan investasi mereka di ASEAN”. Hal ini memang tercermin dari pertumbuhan minat pelaku usaha Kanada ke ASEAN dalam dua tahun terakhir. Jumlah keanggotaan CABC yang cenderung level menengah dan multinasioanl bertambah dengan pesat, dan mereka semakin pro-aktif dalam kegiatan dunia bisnis tahunan ASEAN, yaitu ASEAN Business and Investment Summit.

Gerak bisnis dan investasi dari ASEAN ke Kanada juga meningkat. Pada Maret 2014, melalui kemitraan strategis, PETRONAS telah mengakuisisi Progress Energy Canada Ltd dan Pacific NorthWest LNG yang akan menggali potensi reservasi gas di Provinsi British Columbia. “Pelaku usaha Indonesia juga harus bisa melihat peluang dan membangun kemitraan strategis dengan counterpart di Kanada. Oleh karena itu, kami mengajak sejumlah pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Roadshow ini,” ujar Bayu.

Sebagai contoh, PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) yang juga berpartisipasi dalam Roadshow melakukan one-on-one meeting dengan Westport Canada-perusahaan yang memiliki keahlian dalam equipment dan distribusi LNG-, dan akan menjajaki potensi lebih lanjut dalam beberapa pertemuan mereka mendatang. “Kita harapkan PGN juga bisa mengikuti sukses Asia Pulp and Paper (APP) yang telah lebih dulu bergerak di Canada,” imbuh Djatmiko. APP memang secara aktif menanamkan sekitar USD 300 juta sejak tahun 2007, dan telah memiliki lima pulp mill dari British Columbia dan Nova Scotia, yang memproduksi lebih dari 1,5 ton pulp per tahun.

“Selain itu, terbuka lebar peluang untuk investasi restoran kuliner Indonesia di Kanada. Sejauh ini, pasar tersebut masih didominasi restoran Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Untuk tenaga kerja terampil/semi terampil pun masih didominasi oleh Filipina. Harapan kita agar investor terkait maupun tenaga kerja dari Indonesia bisa melihat potensi ini dan bersaing dengan mereka di Kanada,” tambahnya.

Pada akhirnya, Roadshow ini diharapkan dapat meningkatkan potensi kerja sama ekonomi ASEAN-Kanada. Beberapa inisiatif tindak lanjut akan dibahas dalam pertemuan konsultasi ASEAN-Kanada di bulan Juli dan Agustus 2014 ini.