Indonesia Butuh Satelit; Butuh Dana Rp 4,5 Triliun

Indonesia Butuh Satelit; Butuh Dana Rp 4,5 Triliun

Jakarta, Kabarindo- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengungkapkan untuk pengembangan satelit membutuhkan anggaran sebesar Rp 4,5 triliun.

Hal ini menyikapi dorongan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir agar Indonesia mampu membuat satelit sendiri. Thomas menyatakan tahapan untuk itu harus jelas. Menurutnya jika dalam lima tahun Indonesia membuat satelit dengan wahana luncur satelit sendiri cita-cita itu belum memungkinkan terwujud.

"Indonesia bisa meluncurkan satelit hanya saja masih membutuhkan negara mitra seperti India dan Tiongkok," katanya di sela Seminar Nasional Penerbangan dan Antariksa 2014 yang digelar Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia, di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (10/12).

Di Asia Tenggara lanjut Thomas, posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa masih unggul dibanding Tiongkok dan Jepang. Oleh sebab itu Indonesia kerap dijadikan mitra strategis.

Indonesia dipandang punya keunggulan, di bidang sains antariksa, penerbangan antariksa Indonesia punya industri penerbangan dengan riset yang tergolong maju. Terkait pengembangan satelit sendiri, Indonesia bisa disandingkan dengan Malaysia, Thailand dan Singapura.

"Indonesia juga sudah mempunyai kemampuan pengembangan satelit mikro dan tahun depan diharapkan bisa diluncurkan," ucapnya.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Satelit Indonesia Dani Indra Widjanarko mengapresiasi adanya upaya pengembangan industri satelit. Pasalnya, daya tampung dengan adanya industri satelit di Indonesia sangat besar apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan.

"Saat ini Indonesia sudah memiliki 36 satelit yang beroperasi dan digunakan enam di antaranya milik Indonesia itupun beli semua, sisanya milik asing. Kebanyakan satelit komunikasi dan televisi. Jadi niatan pengembangan industri satelit itu bagus," paparnya.

Untuk satelit penginderaan jauh yang dikembangkan Lapan, idealnya Indonesia memiliki 20-24 satelit penginderaan jauh. Berbeda dengan satelit komunikasi yang jaraknya 36.000 kilometer, satelit penginderaan jauh semakin dekat semakin baik jaraknya sekitar 1.000 kilometer seperti dilansir dari laman beritasatu.