Indonesia Galakkan Ekonomi Hijau; Cara Melestarikan Lingkungan

Indonesia Galakkan Ekonomi Hijau; Cara Melestarikan Lingkungan

Jakarta, Kabarindo- Pemerintah Indonesia telah memulai upaya mengontrol pertumbuhan penduduk ke dalam program nasional perubahan iklim. Pertumbuhan penduduk dinilai dapat meningkatkan polusi.

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) bekerja sama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah menerbitkan sejumlah laporan teknis. Salah satunya adalah Urbanisasi, Demografi, dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim di Semarang pada September lalu.

"Berbagai dokumen kebijakan telah memberikan gambaran tentang pentingnya aspek kependudukan untuk diintegrasikan kedalam kebijakan perubahan iklim. Lebih dari 200 juta penduduk Indonesia saat ini yang akan meningkat terus di masa depan, bukan hanya sumberdaya yang potensial bagi Indonesia, tetapi juga punya dampak yang signifikan pada perubahan iklim," ujar Ketua Harian DNPI, Rachmat Witoelar.

Dinamika kependudukan juga dapat berkontribusi pada cepatnya pertumbuhan emisi gas rumah kaca. Hal tersebut disebabkan akibat pembakaran bahan bakar fosil di Indonesia.

Dalam acara jumpa pers Dinamika Kependudukan Pengaruhi Perubahan Iklim di Jakarta, Rabu (16/10), Rachmat juga menyampaikan solusi bagi masalah tersebut. Salah satunya melalui gerakan ekonomi hijau, yaitu mensyaratkan polusi yang dihasilkan oleh produk energi yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi berkurang, meskipun tingkat pembangunan ekonomi terus meningkat.

Ekonomi hijau dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah energi yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit pembangunan ekonomi. Selain itu dengan cara mengurangi jumlah polusi yang dihasilkan dari produksi dan penggunaan energi yang dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi.

"Pilihan untuk membangung ekonomi hijau bagi pembangunan Indonesia dengan mempertimbangkan dinamika kependudukan sudah tidak bisa ditawar lagi bila pembangunan ekonomi kita ingin berlanjut," kata Rachmat seperti dilansir dari laman beritasatu.

Ketua Harian DNPI yang juga menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim ini menggambarkan kepadatan penduduk yang terjadi di Indonesia. Rachmat menyebutkan, Pulau Jawa yang hanya sebesar tujuh persen dari luas wilayah Indonesia dihuni oleh 130 juta penduduk. Sedangkan sisanya menghuni luar Pulau Jawa.