Indonesia; Jadi Negara Business Friendly

Indonesia; Jadi Negara Business Friendly

Jakarta, Kabarindo- Indonesia merupakan negara yang business friendly.

Melalui peluncuran sejumlah paket ekonomi beberapa waktu lalu, Indonesia berupaya untuk meningkatkan perekonomiannya. Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan Thomas Lembong pada pertemuan Luncheon Meeting dengan United State ASEAN Business Council (US ABC) dan 50 pengusaha Amerika Serikat (AS) pada rangkaian kunjungan kerja mendampingi Presiden RI ke AS, Jumat lalu (23/10).

“Dengan adanya Paket Kebijakan Ekonomi, termasuk kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, diharapakan dapat membuat kebijakan-kebijakan Indonesia lebih menarik bagi negara mitra untuk bekerja sama dan berinvestasi. Presiden RI sangat serius dalam hal ini dan Presiden yakin bahwa hal ini akan menjadi pondasi kemajuan perekonomian Indonesia, di tengah melemahnya kondisi perekonomian,” jelas Mendag.

Mendag menyampaikan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dilakukan karena penetapan dan pengawasan kebijakan pemerintah harus dilaksanakan bersama-sama. “Kita ingin menunjukkan bahwa antarkementerian itu berjalan seiring, tidak ada yang ke kiri ketika yang lain ke kanan,” tutur Tom, sapaan akrab Mendag Thomas Lembong.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag menjelaskan tujuan Paket Kebijakan Ekonomi yaitu untuk menggerakkan kembali sektor riil yang akhirnya dapat memberikan pondasi bagi lompatan kemajuan perekonomian serta memberikan perlindungan pada investor.

Dalam kesempatan itu, juga dibicarakan tentang draft teks Trans Pacific Partnership (TPP) yang baru saja selesai. President of US-ABC Alexander Feldman menyatakan putaran pertama perundingan pembahasan draft teks TPP Agreement telah selesai dilaksanakan. Indonesia diminta menjadi bagian dari TPP. Menanggapi hal ini, Mendag menjelaskan bahwa Indonesia ingin mengetahui lebih lanjut mengenai TPP.

Sementara dalam hal usaha peningkatan bisnis di ASEAN, Feldman menyebutkan bahwa pada 10-12 November 2015 akan dilaksanakan annual business mission di Jakarta. Feldman berharap Indonesia dapat menginformasikan dan menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden RI ke AS saat ini.

Selain itu, anggota US-ABC menyambut baik rencana Pemerintah Indonesia meluncurkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai e-commerce karena sektor ini adalah sektor bisnis masa depan, dan siap menjadi mitra bagi kesuksesan e-commerce di Indonesia.

Pertemuan dengan USTR Ambassador
Pada rangkaian kunjungan kerja tersebut, Mendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Michael Froman. Pertemuan ini membahas hubungan kerja sama Indonesia-AS yang berjalan dengan baik. Kedua negara sepakat untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. Meskipun demikian, kerja sama itu harus diimbangi dengan keterbukaan, saling percaya, serta saling mendukung satu dengan yang lainnya agar kedua negara mendapatkan manfaat yang saling menguntungkan.

Mendag juga menjelaskan proses dan gerakan deregulasi di Indonesia di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Fokus saat ini di Indonesia adalah membangun ekonomi dan iklim bisnis yang efisien dan pro bisnis demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan penduduk Indonesia.

Sementara itu, USTR mengharapkan untuk lebih mengaktifkan dialogue perdagangan dan investasi melalui forum Trade And Investment Framework Arrangement (TIFA) dua kali dalam setahun. Hal ini dikarenakan AS melihat potensi yang besar di Indonesia untuk bidang perdagangan dan investasi.