Indonesia Pasca 2015; Makin Mantap

Indonesia Pasca 2015; Makin Mantap

Jakarta, Kabarindo- Sejak Millenium Summit tahun 2000, Millennium Development Goals (MDGs) telah dimanfaatkan untuk mempercepat dan meningkatkan upaya pembangunan secara regional maupun global untuk memastikan agar pembangunan dapat dicapai dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan dapat dipertanggunjawabkan secara sosial.

Mendekati tenggat waktu 2015, para pemimpin dunia telah menyegarkan kembali dan mempercepat pencapaian goal MDGs. Selain itu, hasil Rio+20 Summit berjudul ‘Masa Depan yang Kita Inginkan’ menegaskan komitmen para pemimpin global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan MDGs.

Melanjutkan sesi UNGA ke-68 yang telah membentuk jalur untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan/sustainable development goals (SDGs) ke dalam agenda pasca pembangunan 2015 dengan mengadopsi laporan dari Open Working Group SDGs, hari ini sesi UNGA ke-69 untuk memantapkan agenda pembangunan pasca 2015 telah resmi dimulai.

Sesi UNGA ke-69 akan terdiri dari proses negosiasi antar pemerintah dengan menekankan pada konsep kolaborasi dan membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan/multi stakeholders. Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan institusi kuncinya, yaitu Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs (KUKPRI-MDGs), Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kementerian Luar Negeri RI dan Bappenas yang berkolaborasi erat untuk memastikan posisi dan mempertahankan kepemimpinan Indonesia dalam proses diskusi dalam menentukan agenda pembangunan pasca 2015.

Pemerintah Indonesia telah telah mempertahankan komitmennya dalam merancang agenda pembangunan pasca 2015 dengan mendirikan Komite Nasional untuk pembangunan pasca 2015. Tim ini terdiri dari sebelas orang pakar nasional dari berbagai kementerian dan institusi yang bertugas mempertahankan mandat dari Presiden RI untuk mengkomunikasikan, mengadvokasi, dan menyebarluaskan posisi Indonesia di dalam proses merancang agenda pembangunan pasca 2015 tersebut, termasuk mengarusutamakan pekerjaan Open Working Group ke dalamnya. Sebagai salah satu institusi utama, KUKPRI-MDGs telah terlibat dalam mengorganisasikan dan berpartisipasi dalam beberapa side event terkait agenda pasca pembangunan 2015.

Melanjutkan dan menggarisbawahi komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai tujuan MDGs, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof. DR. dr. Nila Moeloek, mengawali serangkaian kegiatan selama satu minggu dalam Sidang Umum PBB dengan berpartisipasi pada dua pertemuan dengan tema utama gizi dan kesehatan ibu dan anak. Hal ini didukung oleh kapasitas beliau sebagai Advisory Board Member dari EAT, sebuah gerakan untuk nutrisi dan ketahanan pangan yang beranggotakan pakar kesehatan, pangan, nutrisi dari seluruh dunia.  Selain itu, di hari yang sama, gerakan global kesehatan ibu dan anak, yang dimotori oleh Partnership for Maternal Children and Newborn Health (PMNCH), di mana Prof. DR.dr. Nila Moeloek termasuk salah satu dari pakar kesehatan dunia yang menjadi Board Member, juga akan menyelenggarakan Accountability Breakfast sebagai bagian dari proses transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan. Sehubungan dengan partisipasinya dalam dua kegiatan tersebut, Prof. DR. dr. Nila Moeloek mengatakan, “Kesehatan Ibu dan Anak berawal dari terjaminnya status nutrisi seorang ibu dan janinnya, sejak masa kehamilan.  Lebih jauh dari itu, pentingnya kesehatan nutrisi seorang perempuan sejak remaja, juga menjadi kunci utama dari keberlanjutan status nutrisi bangsa.”

Gunhild Stordalen, pencetus gerakan EAT menjelaskan, “Tanpa pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, isu pangan adalah ancaman besar terhadap kesehatan global. Selain itu, produksi pangan adalah penentu utama dengan dampak pada perubahan iklim serta degradasi ekosistem kita.  Dua hal tersebutlah yang menjadi kunci agar penelitian dan gerakan yang mengusung tata cara produksi dan konsumsi berkelanjutan seharusnya menjadi gerakan yang didorong oleh komunitas global.”

Sementara itu, Carole Presern, Direktur Eksekutif PMNCH menegaskan,”Selama hampir lima tahun terakhir dan juga pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia telah secara konsisten menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.  Kami berharap, peran aktif ini terus berlanjut demi turunnya Angka Kematian Ibu di Indonesia.”

Semua pertemuan yang berkaitan dalan Sidang Umum PBB ini bertujuan untuk menghasilkan beberapa keluaran seperti: sejumlah masukan dan rekomendasi terhadap proses selanjutnya dan konten dari proses negosiasi antar pemerintah tentang agenda pasca pembangunan 2015 di sesi UNGA ke-69; terciptanya kemitraan strategis antara para pelaku dan komunitas untuk mempromosikan agenda pembangunan pasca 2015 yang transparan, inklusif dan transparan; mendokumentasikan berbagai strategi pembangunan dan praktek kolaborasi inter profesi di berbagai negara;  serta untuk mempelajari berbagai ide praktis yang dapat menyelesaikan tantangan bersama dalam komunitas untuk mempercepat pencapaian MDGs di Indonesia.