Indonesia Punya IMPAS; Organisasi 9 Asosiasi Profesi Film

Indonesia Punya IMPAS; Organisasi 9 Asosiasi Profesi Film

Balairung Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf RI, Jakarta, Kabarindo- Paling tidak upaya 5 tahun terakhir dari Wulan Guritno Cs bersama Joko Anwar, Mira Lesmana, Riri Reza dan lainnya memunculkan organisasi yang memayungi 9 asosiasi profesi film terealisasi dengan nama IMPAS.

IMPAS adalah kepanjangan dari  Indonesian Motion Pictures Association yang difasilitasi atau meraih dukungan positif dari Mari Elka Pangestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

"Saya terharu dan bangga akhirnya kita semua bisa seranjang lagi membangun perfilman nasional dan tentu saja makin giat meneruskan tradisi positif saling bersinergi satu sama lain. Film kita adalah soft power dari bangsa dan saya salut dan bangga serta siap membicarakan segala hal dengan terbuka termasuk penyusunan BPI yang pasti akan melibatkan IMPAS sehingga semua pihak terakomodir," jelas Mari lugas sambil memastikan akan mengikutsertakan semua pihak termasuk IMPAS dengan 9 asosiasi profesinya untuk terlibat aktif di FFI mendatang.

Sesaat sebelumnya, Wulan Guritno sebagai host dan Joko Anwar sebagai operator slide-demi slide mengiringi para pengurus sembilan organisasi profesi para pekerja film.

Dimulai dari IFDC-Indonesian Film Director Club yang diketuai oleh Lasja Susatyo memastikan sudah punya hampir 40an sutradara yang akan siap mengembangkan budaya big screen di masyarakat sementara Rumah Aktor Indonesia-RAI yang diketuai oleh Lukman Sardi mengaku sudah ada sejak 4 tahun yang lalu untuk mewujudkan sistem regenerasi aktor dan membina kualitas aktor termasuk adanya sistem untuk mewujudkan kesejahteraannya. RAI sudah terbentuk 8 Mei lalu dengan 50 aktor lebih dan akan terus bertambah.

Berlanjut ke asosiasi berikutnya yaitu Indonesia Motion Picture And Audio - IMPACT dalam bahasa audio dengan profesionalisme yang sama dan menjadi wadah para sound director yang diketuai oleh Tya Soebiakto.

Ada Pilar yang diketuai oleh Perdana bertekad untuk melindungi hak-hak profesional penulis skenario Indonesia untuk layar lebar termasuk mengarsipkan karya dari penulis skenario film Indonesia.

Kalau asosiasi para produser yang disingkat APSI yang diketuai Dewi Umaya yang sudah beranggotakan 30 orang seperti Shinta Armain, Mira Lesmana, Lala Timothy, Garin Nugroho, Abduh Aziz, Marcella Zalianty dan lainnya  APSI berkeyakinan dengan tujuan-tujuan semua itu, tidak mungkin bisa berjalan sendiri-sendiri, semua pekerja film secara lintas profesi harus berjalan bersama-sama karena semuanya saling berkaitan satu sama lain.

Sedangkan Sinematografer Indonesia ingin membangun bersama perfilman dalam strategi kebudayaan Indonesia yang lestari yang diketuai oleh Aqni Ariapratama.

Beda lagi dengan asosiasi para editors film yang piawai memilah gambar-gambar yang bagus yang terbentuk lebih awal yaitu 18 Desember 2011 yang diketuai oleh Sastha Sunu dijelaskan bahwa INAFED sudah beranggota puluhan para editor film seperti Andhy Pulung, Aline dan lainnya.

Berikutnya adalah Indonesian Priduction Designers-IPD diketuai oleh Adrianto Sinaga yang fokus pada menciptakan iklim kerja yang baik secara kreatif, manajemen, kualitas, teknik dan mentalitas kerja yang positif .

Terakhir adalah Asosiasi Casting Indonesia-ACI  yang diketuai oleh Bowie Budianto yang ingin mempromosikan peran Casting Director

Acara juga dihadiri oleh Slamet Rahardjo dan Didi Petet sebagai aktor senior bersama Jajang C Noer, Dewi Irawan bersama dengan pqra pekerja film lain seperti Riri Reza, Joko Anwar,Wulan Guritno, Robby Ertanto, selain itu ada Cesa, Aline, Andhy Pulung, bersama para aktor seperti Fahri Albar, Adul, Vino Sebastian, Verry Sulaiman bersama ayah Hengky Sulaiman, Agus Kuncoro dan masih banyak.lagi lainnya.

Redaksi berhasil mewawancarai aktor senior Alex Komang dan memintai pendapatnya tentang dualisme organisasi profesi bintang film tanah air, ada Parfi dan RAI.

"Saya dukung dan acara ini sangat tepat sekali, Pemerintah itu milik kita jadi kalau salah diluruskan sehingga ini menjadi momentum untuk perkembangan perfilman. Saya ini sudah lama keluar dari PARFI dan saya adalah salah seorang anggota dari RAI yang diketuai oleh Lukman Sardi," papar pria yang sukses berperan sebagai ayah dalam film box office Surat Kecil Untuk Tuhan ini.


Welcome IMPAS.....................!