Indonesia Punya LCGC; Hasil Rancangan Anak Negeri

Indonesia Punya LCGC; Hasil Rancangan Anak Negeri

Jakarta, Kabarindo- Setelah menunggu lebih dari setahun, hari ini, dua mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) hasil rancangan putra Indonesia akhirnya akan diluncurkan di dua tempat berbeda di Jakarta.

Mobil yang akan diproduksi secara besar-besaran di Pabrik Daihatsu di Indonesia itu akan dilepas ke pasar dengan dua nama yakni Astra Daihatsu Ayla dan Astra Toyota Agya. Dua mobil itu diperkirakan akan diserbu pasar karena harga jualnya di bawah Rp 100 juta per unit.

Berdasarkan undangan peluncuran yang dikirim Daihatsu dan Toyota ke sejumlah media massa disebutkan, peluncuran Astra Daihatsu Ayla digelar di Hotel Indonesia Kempinski, pukul 10.00 WIB, sedangkan Toyota akan melakukan peluncuran Astra Toyota Agya di Plaza Timur Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Senin sekitar pukul 11.30 WIB.

Namun, ada yang menarik dari peluncuran mobil LCGC itu. Mobil itu ternyata hasil karya rancangan putra Indonesia. Mark Widjaja, pria asal Surabaya inilah yang merancang Ayla dan Agya.

Senior Styling Designer PT Astra Daihatsu Motor (ADM) itu berhasil memenangkan kompetisi desain mobil itu di Jepang beberapa tahun lalu. Mark yang menggarap rancangannya selama tiga tahun itu bisa mengalahkan para perancang dari Italia, Prancis, dan Jepang.

Awalnya, saking sibuk dengan sejumlah pameran di beberapa negara, ia dan timnya sempat ragu bisa mengikuti kompetisi rancangan mobil kolaborasi itu. Tetapi, ia dan timnya tetap semangat. Ia memulai gambar dasar dan hasilnya didiskusikan dengan timnya di styling design. Ternyata, hasil rancangan mereka itulah yang menang saat kompetisi di Jepang.

Sejak awal ia sudah memikirkan rancangan timnya untuk mobil yang sesuai dengan masyarakat Indonesia. Untuk mobil kompak, orang Indonesia suka yang bentuknya sporty, tapi juga lega dan bisa memuat banyak penumpang dengan harga terjangkau. Padahal, kata dia, mobil sporty itu jarang yang lega.

“Makanya kami rancang dengan berbagai cara sehingga mobil ini lapang. Semua hal inilah yang kami bahas terus hingga akhirnya tercipta mobil yang sekarang ini,” papar Mark.

Secara penampilan, mobil rancangan timnya itu ingin mencuatkan unsur dinamis dan sporty. Sehingga, meskipun masuk dalam segmen LCGC, tapi tetap terlihat elegan.

Meskipun mendapat banyak pujian, tetapi Mark merasa pujian itu semestinya ditujukan untuk timnya dan tim lain di divisi Research and Development (R&D) PT ADM di Jakarta. “Rancangan mobil ini hasil kerja sama saya dan tim. Jadi bukan karya saya sendiri. Selain itu, rancangan kami ini tetap kami bahas bersama engineering design R&D,” ujar pria berusia 35 tahun yang ikut dalam merancang Toyota Avanza Veloz ini.

Beberapa waktu lalu, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Soegiarto mengaku bangga, sebab mobil itu menjadi mobil pertama yang sepenuhnya dirancang putra bangsa dan dibuat di Indonesia secara massal. Bahkan, menjadi mobil pertama yang menggunakan nama Astra.

Berdasarkan catatan, soal merancang mobil, Mark memang sudah memiliki segudang prestasi. Sejak bergabung dengan Daihatsu pada 2003 hingga kini, ia sudah beberapa kali menghasilkan rancangan mobil untuk Daihatsu dan Toyota. Mark pernah merancang Daihatsu Xenia Cross Over Concept untuk dipamerkan pada China Motor Show 2005. Ia juga yang merancang minor change Toyota bB pada 2007 lalu. Mobil itu sudah dipasarkan di Jepang. Mark juga terlibat dalam merancang minor change Daihatsu Terios dan Toyota Rush generasi kedua. Selain itu, Mark juga ikut merancang Daihatsu Move Custom yang sudah dipasarkan di Jepang.

“Sejak usia lima tahun saya sudah mengenal mobil. Saya suka menggambar mobil. Makanya saya menyukai pekerjaan ini,” ujar Mark.

Mark berkisah, ia mengenal mobil karena ayahnya, (alm) Peter Widjaja ketika itu memiliki bengkel karoseri mobil di Surabaya. Mark suka melihat banyak mobil yang “dipermak” di bengkel ayahnya itu. Ia sering mencoba menggambar desain mobil sendiri. Pernah, ketika masih duduk di bangku kelas 2 SD, Mark mengikuti lomba mewarnai yang diadakan Toyota di Surabaya. Ketika itu, ia bukannya ikut mewarnai gambar mobil Toyota Corona yang sudah disediakan panitia, tetapi Mark malah mengubah eksterior mobil itu menjadi mobil versinya sendiri.

“Waktu itu saya sempat ditegur. Saya bilang, semestinya desainnya yang bagus seperti ini,” kata Mark sambil tersenyum seperti dilansir dari laman beritasatu.

Mengenai mobil yang ia rancang bersama timnya, Mark mengaku, semuanya itu memiliki cita rasa Indonesia. Ia berharap ke depannya, akan banyak mobil-mobil lainnya yang dirancang oleh putra bangsa.