Indonesia Sambut World Export Development Forum 2012; Great......!

Indonesia Sambut World Export Development Forum 2012; Great......!

Jakarta, Kabarindo- Hal tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman Bersama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI dengan International Trade Centre (ITC) selaku joint agency dari World Trade Organization (WTO) dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Nota Kesepahaman Bersama tersebut ditandatangani hari ini, Rabu (6/6), oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Gusmardi Bustami, dengan Executive Director ITC, Patricia Francis, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

WEDF merupakan kegiatan konferensi internasional tahunan dengan agenda utama membahas hubungan perdagangan global. Acara tersebut mengundang 300 peserta baik dari dalam negeri maupun internasional, yang terdiri dari para praktisi dan pelaku usaha yang bergerak di bidang perdagangan global.

WEDF 2012 akan mengusung tema “Linking Growth Markets, New Dynamic in Global Trade”, dimana melalui konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan output mengenai bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekspor global melalui peningkatan daya saing, serta teridentifikasinya hambatan perdagangan yang akan dihadapi oleh negara-negara berkembang dan emerging economies.

Penyelenggaraan WEDF 2012 bertujuan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan interregional trade, serta mengatasi hambatan perdagangan dengan tepat dan efektif sehingga dapat menciptakan hubungan perdagangan global yang semakin kompetitif.

Selain itu, WEDF juga bertujuan untuk mendukung komitmen pemerintah dan private sector dalam memfasilitasi inter-regional trade dan mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai negara dengan tujuan menciptakan transaksi bisnis.


Menurut Dirjen PEN Gusmardi Bustami, penyelenggaraan konferensi tersebut sangat strategis dan tepat waktu, mengingat kondisi perekonomian negara-negara maju yang selama ini menjadi negara tujuan ekspor utama dari negara-negara berkembang belum pulih sepenuhnya, bahkan menunjukkan penurunan yang semakin mengkhawatirkan.

“WEDF 2012 dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan hubungan dagang antara negara-negara berkembang terutama negara-negara yang termasuk dalam kerja sama selatan-selatan,” tambah Gusmardi.

Sesuai dengan data dari Trademap-International Trade Center, total nilai ekspor negara-negara yang tergabung dalam G77 atau yang dapat dikelompokkan sebagai negara-negara “selatan” ke dunia untuk tahun 2011 mencapai USD 3,7 trilliun, dengan tren positif sebesar 0,26 persen (periode 2007-2011). Sementara nilai impor dari dunia pada periode yang sama tercatat sebesar USD 3,5 trilliun.

Selain itu, total nilai ekspor negara-negara maju ke dunia pada tahun 2011 adalah sebesar USD 9,4 triliun dengan total nilai impor dari dunia sebesar USD 10,2 trilliun. Sementara, total nilai ekspor negara-negara berkembang ke dunia pada tahun 2011 sebesar USD 5,2 triliun dengan total nilai impor dari dunia sebesar USD 5 trilliun.

Berdasarkan tren perdagangan global saat ini, WEDF 2012 akan membahas cara memanfaatkan potensi integrasi perdagangan tanpa mengesampingkan situasi perekonomian dan perdagangan global, serta membangun supply chains baru dengan tujuan mendapat output yang lebih positif, termasuk penciptaan jejaring usaha di tingkat regional.

Selain penyelenggaraan forum, pada WEDF 2012 juga akan dilakukan business matching serta kunjungan peserta ke lokasi Trade Expo Indonesia 2012 yang akan diselenggarakan pada 17-21 Oktober 2012.