Iwan Sunito Dari Pulau Dewata; Luncurkan Buku Biografinya Berjudul Without Borders

Iwan Sunito Dari Pulau Dewata; Luncurkan Buku Biografinya Berjudul Without Borders

Bali, Jimbaran, Denpasar, Kabarindo- Keterbatasan bukan penghalang untuk menembus batas

Yah, Iwan Sunito, CEO Crown Group, perusahaan properti di Australia, telah meluncurkan buku biografinya Without Borders; Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia.
 
Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangkaian acara pada pada Jumat-Sabtu, 18-19 November 2016 di Jimbaran, Bali. Menurut Iwan, Denpasar, Bali merupakan lokasi historis tempat ia mendapatkan titik balik dalam kehidupan. Itulah sebabnya ia memilih Bali sebagai lokasi peluncuran Without Borders.
 
Without Borders ditulis oleh Teguh S.Pambudi, seorang jurnalis, yang membutuhkan waktu 3 tahun untuk merampungkannya mulai dari wawancara, riset hingga penulisan. Buku ini menggambarkan sebuah kemungkinan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang utama untuk bisa menembus batas.
 
 Without Borders terdiri dari 15 bab yang dibagi menjadi beberapa fase perjalanan hidup Iwan mulai dari titik awal hingga saat ini. Buku ini menceritakan perjuangan hidup seorang anak manusia yang berawal dari keterpurukan kemudian menjelma menjadi sosok yang disegani di industri properti Negeri Kangguru.
 
Kisah Iwan ditulis secara mendetil melalui sesi diskusi yang intens dan berulang-ulang mulai dari rancangan awal kisah yang akan ditulis, sesi wawancara dengan banyak narasumber di sejumlah tempat, mulai dari Jakarta, Surabaya, Pangkalan Bun hingga di Sydney, riset-riset sekunder hingga penentuan judul serta gambar sampul.
 
“Saya seperti mengalami flash back di layar lebar atas semua peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Banyak hal yang sudah terlupakan, namun akhirnya hidup kembali dari tulisan salah satu sahabat saya, Teguh S. Pambudi. Bahkan saya menyebutnya sebagai kamus berjalan untuk hidup saya,” ujar Iwan.
 
Kehidupan Iwan dulu tidak mulus. Ia mengaku nilai-nilai pelajaranya di sekolah pas-pasan, bahkan pernah tidak naik kelas. Ia juga pernah mengalami kecelakaan dan koma beberapa lama. Hal ini kemudian membuatnya bangkit untuk berubah menjadi pribadi yang kuat dan menjadi sukses di negeri orang.
 
 “Kecelakaan yang saya alami menjadi titik balik dalam kehidupan saya yang mengubah musibah menjadi mujizat,” ujar pengusaha asal Surabaya ini.
 
Teguh mengatakan, banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari buku tersebut. Iwan adalah bukti bahwa paduan ketajaman intuitif, keluasan imajinasi dan kegigihan dalam roda kehidupan adalah sebuah formula yang tepat dalam mencapai tujuan.
Iwan mengatakan, semula ia tak mau kisah hidupnya ditulis, karena ia tipe orang yang menjaga privasi dirinya dan keluarga. Ia juga ragu apakah tersebut relevan untuk anak muda, termasuk pelajar. Namun akhirnya ia bersedia untuk berbagi kisah dan pengalaman kepada masyarakat.
 
“Saya bersyukur pada akhirnya kami bisa mewujudkan salah satu mimpi saya untuk bisa berbagi kisah hidup saya. Saya persembahkan buku Without Borders untuk bangsa dan tanah kelahiran saya, Indonesia,” ujar Iwan.
 
Ia berharap, buku tersebut bisa menjadi penyemangat bagi siapapun untuk berjuang meraih sukses.