JAFF Ke-8; Siap Di Gelar 29 Nov-07 Desember 2013

JAFF Ke-8; Siap Di Gelar 29 Nov-07 Desember 2013

SAE Institute, FX Mall, Senayan, Jakarta, Kabarindo- Jogja-NETPAC Asian Film Festival kini hadir kembali.

Eksis sebagai Themed Festival atau Festival Film bertema sosial dari tahun pertama yakni 2006 bersamaan dengan gempa Jogja sehingga saat itu bertajuk Cinema in The Midst of Crisis yang terkenal dengan Jogja Bangkit lalu berlanjut ke tahun berikut dan tahun 2008 menegaskan kembali kekuatan sinema dalam menebarkan nilai-nilai keutamaan yang bersumber pada religiusitas serta ikut menyumbang bagi proses perubahan sosial.

Tahun ini adalah tahun penyelenggaraan JAFF yang ke-8. JAFF selalu
hadir dengan harapan untuk semakin menumbuhkan gagasan bahwa sinema Asia harus menjadi bagian organik dari masyarakat Asia.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival tahun ini akan diselenggarakan pada
tanggal 29 November - 7 Desember 2013 di XXI Jogja, seputaran Taman Budaya Yogyakarta, Lembaga Indonesia Perancis, dan beberapa kampung di Jogjakarta.

Preskon yang dihadiri oleh Garin Nugroho (Festival President), Ifa Isfansyah (Managing Director off JAFF), Hanung Bramantyo ( Film Maker ), Anggun Priambodo (Film Maker) dan Arie Syarief (Juri & Perwakilan dari SAE Intitute).

JAFF mengajak sineas Asia untuk membaca kembali 'keaslian' Asia di tengah berbagai perubahan dan berbagai pandangan tentang Asia itu sendiri dengan mengusung tema tahun 2013 yakni "ALTERING ASIA".

"Kami sedang berusaha mengetengahkan film Soekarno untuk pertama kali dan itu sedang berproses dan diperjuangkan tapi yang jelas, JAFF tahun ini akan dibuka oleh film Malaysia garapan sineas U Wei berjudul HanyuT dan ditutup dengan film Cold Eyes karya Cho Ui Seok dan Kim Byung Seo dari Korsel," papar Damar yang keseharian mengurusi JAFF 2013 sebagai programmer dan memastikan ada 80 judul film.

Lanjut dijelaskan selain itu ada film What They  Dont Talk About When The Talk About Love (Indonesia), Parviz (Iran), Karaoke Girl (Thailand), Here, Then (China), Flashback Memories 3D (Japan), The Whisper (Afganistan), Rocket Rain ( Indonesia).

Ada dua program special screening untuk JAFF tahun ini, pertama Program National Figure on Cinema yang akan menghadirkan Film Sang Pencerah, Soegija, Sang Kyai dan Soekarno (untuk pertama kali). Sementara Program Kedua di sesi  Special Screening adalah Ngerjain (Film) Teman yang melibatkan Bambang Ipoenk KM, Paul Agusta, Ismail Basbeth, Jason Iskandar, Bani Nasution dan Jeihan Anggga.

Ifa Isfansyah ikut menjelaskan beberapa  filim di atas ikut kompetisi memperebutkan NETPAC Award, Golden Hanoman, Silver hanoman, Geber Award, untuk sesi film panjang (Asian Feature) dan Blencong Award untuk sesi film pendek (Light of Asia) dengan beberapa dewan juri seperti Stanley Kwak, JB Kristianto, U Wei (JAFF), Hikmat Darmawan dan Thomas Nam, Juri komunitas ada Suryo, Novi, Bowo dan Juri film pendek (Prisia Nasution, Matsue Tetsuaki, Ari Syarif).

Menarik, tahun ini JAFF fokus pada film Korea Selatan, beberapa film yang akan diputar adalah Mr. Go, Miracle in Cell No.7, Cold Eyes, The Thieves dan Secretly Greatly disertai dengan diskusi distribusi dan produski dengan pembicara Stanley Kwak.

Selain itu JAFF berkolaborasi dengan Bienalle Jogja dan  JFF dengan Film For Social Movement yang menggandeng Yayasan Danny JA yang menginisiasi lahirnya gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi dan salah satu bentuk kampanye menggunakan medium film. Kali ini mengusung 5 produksi bersama Hanung Bramantyo dengan tema diskriminasi dari berbagai latar diantaranya Sapu Tangan Fang Yin, Romi dan Juli dari Cikeusik 'Cinta Yang Dirahasiakan', Bunga Kering Perpisahan dan Minah Tetap Dipancung.

Ada juga public lecture seperti bedah buku Krisis dan Paradoks Film Indonesia karya Garin Nugroho dan Dyna Herlina serta buku film dan wayang karya Hasan Mutalib dari Malaysia bersama dengan forum komunitas dari beberapa daerah seperti komunitas film Palu, Jember, Medan, Banten, Bandung, Solo dan Jogja sebagai tuan rumah tahun ini.

Menarik, siap digelar juga open air cinema yang akan mendahului di Kampung Brayut Desa Tembi dan Kampung Kota Gede dengan beberapa film seperti Cita-Citaku Setinggi Tanah, Ambilkan Bulan, Man Dove dan beberapa film pendek Indonesia.

Di acara ini juga dirilis poster JAFF yang menjadi official poster hasil karya seniman poster visual dari Jogja yaitu Indie Gorillaz.



Ayo Ke Jogja Brow..................!